Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dirjen Haji: 90 Persen Kartu Nusuk Jemaah Haji Indonesia Sudah Terbit

Progres penerbitan kartu Nusuk bagi jemaah haji Indonesia dalam tiga hari terakhir ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan, capai 90 persen.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dirjen Haji: 90 Persen Kartu Nusuk Jemaah Haji Indonesia Sudah Terbit
Tribunnews.com/Dewi Agustina
KARTU NUSUK - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief. Hilman mengatakan sebelumnya angka penerbitan kartu Nusuk ada di kisaran 70 hingga 82 persen. 

Namun saat ini semua berjalan lancar berkat komunikasi yang baik antara petugas haji Indonesia dengan para perusahaan layanan serta Kementerian Haji mengenai kedatangan jemaah haji Indonesia.

Apa itu Kartu Nusuk?

Kartu Nusuk adalah kartu yang diterima oleh jemaah haji Indonesia saat berada di Arab Saudi.

Nusuk menjadi semacam identitas sekaligus 'tiket' bagi jemaah dalam mendapatkan akses layanan dan juga dalam aktivitas di setiap tahapan ibadah haji.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief beberapa wakti lalu menjelaskan tentang tiga fungsi utama kartu Nusuk.

Pertama, Nusuk adalah layanan dari syarikah.

Tahun ini, layanan jemaah haji Indonesia dikelola oleh delapan perusahaan swasta yang disebut sebagai syarikah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Setibanya di Madinah, jemaah akan ditempatkan di hotel yang telah ditentukan oleh syarikah. Nah, sebelum bergerak ke Makkah, setiap jemaah akan diberikan Nusuk," terang Hilman saat melepas jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 18 di Embarkasi Bekasi, Sabtu (10/5/2025) lalu.

Menjadi tanggung jawab petugas untuk memastikan setiap jemaah memiliki kartu Nusuk.

Hal itu akan mempercepat proses identifikasi dan pelayanan karena data jemaah sudah sinkron dengan data syarikah.

"Nusuk ini spesifik sesuai dengan syarikah yang melayani. Jadi, Insya Allah tidak akan ada lagi cerita jemaah telantar karena ketidakjelasan layanan," paparnya.

Kedua, Nusuk menjadi syarat masuk ke Masjidil Haram.

"Dengan sistem satu syarikah dan validasi melalui Nusuk, Insya Allah proses ini akan berjalan lebih tertib dan lancar," ujarnya.

Ketiga, kegunaan Nusuk akan sangat terasa saat puncak ibadah haji, yakni pergerakan massal jemaah dari Makkah ke Arafah, lalu ke Muzdalifah, dan Mina.

"Kita akan memberikan pertimbangan khusus untuk jemaah lansia dan pendampingnya. Namun, secara umum, Nusuk akan menjadi acuan data yang sangat penting untuk mengelola pergerakan 2 juta lebih jemaah. Jika data kita tidak akurat, dampaknya akan sangat besar," tegasnya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas