Kemenhaj Supervisi Dapur Jemaah Haji di Makkah, Wajibkan Bumbu dan Beras Asli Indonesia
Kementerian Haji dan Umrah melakukan supervisi dan pengecekan langsung dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Kemenhaj melakukan pengecekan langsung dapur di Makkah untuk persiapan konsumsi jemaah haji Indonesia.
- pemerintah menegaskan agar dapur penyedia konsumsi jemaah menggunakan bumbu masak asli dari Indonesia, Termasuk beras, dapur wajib memakai asli Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melakukan supervisi dan pengecekan langsung dapur aktif yang akan melayani makanan jemaah haji selama di Makkah.
Supervisi dilakukan di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah.
Baca juga: Dukung Kesiapan Haji 2026, Garuda Indonesia Hadirkan Mockup Pesawat untuk Simulasi Manasik di Aceh
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan layanan konsumsi jemaah haji berjalan optimal, higienis, dan sesuai cita rasa Indonesia.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah menegaskan agar dapur penyedia konsumsi jemaah menggunakan bumbu masak asli dari Indonesia, termasuk beras.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga konsistensi rasa sekaligus memastikan jemaah tetap dapat menikmati hidangan yang akrab seperti di tanah air.
Selain penggunaan bahan baku, pemerintah juga meminta agar pengolahan beras Indonesia dilakukan sesuai standar yang biasa diterapkan di dalam negeri.
Hal ini penting untuk menjaga kualitas tekstur dan cita rasa nasi yang menjadi menu utama jemaah.
Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia harus memenuhi standar kualitas sejak tahap bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan.
"Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang familiar bagi jemaah, sehingga mereka tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah," ujar Gus Irfan melalui keterangan tertulis, Senin (15/2/2026).
Aspek Kebersihan
Aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama dalam supervisi tersebut.
Seluruh area penyimpanan bahan makanan dipastikan dalam kondisi bersih dan memenuhi standar keamanan pangan.
Pengecekan dilakukan menyeluruh, mulai dari area dapur, proses memasak, hingga tahap pengemasan.
Selain itu, fasilitas dapur juga diminta mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sesuai jumlah jemaah, baik dari sisi kapasitas produksi maupun ketepatan distribusi.
"Pelayanan konsumsi tidak hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga konsistensi kualitas, kesesuaian rasa dengan selera jemaah Indonesia, serta distribusi yang tepat waktu," katanya.
Supervisi ini menegaskan keseriusan Kementerian Haji dan Umrah dalam menghadirkan pelayanan haji yang terstandar, profesional, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.