Timur Tengah Memanas, DPR: Skenario Haji Paling Aman 2026 Tidak Berangkat
Haji 2026 terancam konflik Timur Tengah! DPR usul opsi tak berangkat demi nyawa jemaah, meski Kemenhaj klaim persiapan 95?res. Simak!
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Opsi Terpahit: DPR sebut tidak berangkat adalah skenario paling aman bagi jemaah haji 2026 jika konflik Timur Tengah tak terkendali.
- Jalur Penyelamatan Dana: Pemerintah didorong gunakan hukum force majeure agar uang hotel, katering, dan pesawat tidak hangus (loss).
- Rute Darurat: Jika perang pecah saat jemaah di Saudi, DPR usul evakuasi udara memutar lewat Nairobi, Afrika, demi hindari zona konflik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mendesak pemerintah menyiapkan skenario terburuk penyelenggaraan haji 2026, termasuk opsi pembatalan keberangkatan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Keselamatan Nyawa vs Kerinduan Beribadah
Ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, hingga Amerika Serikat membuat keamanan kawasan sulit diprediksi.
Marwan menegaskan, keselamatan jemaah haji Indonesia harus menjadi prioritas absolut karena wilayah Arab Saudi berada dalam zona terdampak ketegangan regional.
“Kalau dari sisi paling aman, tidak memberangkatkan haji karena eskalasinya tidak bisa diprediksi. Tetapi dari sisi psikologis beragama, itu mungkin agak berat,” ujar Marwan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Pernyataan DPR ini menjadi alarm penting mengingat pelaksanaan Haji 2026 (1447 H) oleh pemerintah Indonesia diperkirakan memasuki fase keberangkatan pada Mei 2026, dengan puncak Wukuf jatuh pada 26 Juni 2026.
Strategi Penyelamatan Dana: Jalur Force Majeure
Skenario pembatalan tentu membawa risiko finansial besar.
DPR mendorong pemerintah mulai bernegosiasi dengan penyedia layanan di Arab Saudi terkait biaya yang sudah dibayarkan, mulai dari penerbangan, hotel, konsumsi, hingga layanan di kawasan Masyair.
Marwan menyarankan penggunaan pendekatan hukum force majeure dalam negosiasi agar dana jemaah tidak hilang seluruhnya.
“Pemerintah harus meyakinkan penyedia layanan supaya yang sudah dibayarkan itu tidak hilang. Berapa persen yang bisa diselamatkan, itu yang harus didorong pemerintah,” tegasnya.
Rute Darurat: Pesawat Memutar ke Afrika
DPR juga mengantisipasi situasi darurat jika perang pecah saat jemaah sudah berada di Arab Saudi.
Marwan mengusulkan perubahan rute penerbangan yang lebih jauh namun aman dari zona konflik udara.
Salah satu opsinya adalah menghindari jalur udara konvensional dan memutar ke arah benua Afrika.
“Misalnya penerbangan dibelokkan dari Jeddah menuju Nairobi, kemudian ke arah Afrika baru melewati lautan lepas, tidak di pinggir-pinggir kepulauan,” jelas Marwan merinci rute evakuasi tersebut.
Baca juga: Panic Buying BBM Terjadi di Jember, Medan, dan Aceh, Dipicu Konflik AS-Iran dan Stok BBM 20 Hari
Wamenhaj: Persiapan 95 Persen, Belum Ada Gangguan
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memaparkan bahwa hingga Selasa (3/3/2026), persiapan haji sama sekali belum terkendala.
Berbeda dengan era pandemi, tahun ini pemerintah telah menuntaskan mayoritas kewajiban administratif dan finansial lebih awal.