Galaunya Menhaj Setelah Garuda dan Saudia Minta Kenaikan Harga Penerbangan Haji
Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf ungkap kegalauan yang sempat dirasakannya jelang keberangkatan jemaah haji 2026.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf ungkap kegalauan yang sempat dirasakannya jelang keberangkatan jemaah haji 2026.
- Gus Irfan mengaku kegalauan ini karena maskapai penerbangan haji Garuda Indonesia dan Saudia mengajukan kenaikan atau perubahan harga.
- Pengajuan ini ditengarai oleh lonjakan harga bahan bakar avtur akibat memanasnya Timur Tengah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengaku sempat galau karena maskapai penerbangan haji Garuda Indonesia dan Saudia mengajukan kenaikan atau perubahan harga.
Baca juga: Menkeu Purbaya Jamin Biaya Haji Tak Alami Kenaikan, Bakal Disuntik Rp 1,7 Triliun
Pengajuan ini ditengarai oleh lonjakan harga bahan bakar avtur.
"Alhamdulillah kami bersyukur sekali setelah kami sempat agak galau beberapa hari karena permintaan Garuda dan Saudi Air yang ingin menambah atau merubah harga karena kenaikan harga avtur," kata Gus Irfan di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Rabu (8/4/2026).
Meski begitu, dirinya memastikan Pemerintah tidak akan membebankan kenaikan biaya penerbangan haji 2026 kepada jemaah,
Arahan tersebut, kata Gus Irfan, diberikan Presiden Prabowo Subianto. Gus Irfan mengaku lega atas arahan Prabowo tersebut.
"Tadi sore Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa walaupun ada kenaikan jangan dibebankan kepada jemaah. Itu yang membuat kami senang lega," ujarnya.
Gus Irfan menilai keputusan tersebut menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap calon jemaah haji Indonesia.
"Kami sangat terharu bahwa perhatian Presiden Prabowo kepada jemaah haji luar biasa," katanya.
Penghitungan Ulang Kenaikan Biaya Penerbangan
Terkait besaran kenaikan yang diajukan maskapai, Gus Irfan menyebut pemerintah masih melakukan penghitungan ulang.
Dirinya mengungkapkan usulan awal dari maskapai berada di atas angka 100 (dolar AS), namun kemungkinan akan disesuaikan kembali seiring perkembangan harga avtur.
"Tentu akan kita hitung kembali. Kemarin surat yang diajukan oleh Garuda maupun Saudia masih di atas harga 100, tapi sekarang katanya karena ada informasi harga turun itu akan kita sesuaikan kembali," jelasnya.
Pemerintah tidak akan serta-merta menerima usulan tersebut tanpa kajian mendalam.
"Kita tidak langsung menerima usulan harga yang diusulkan oleh mereka. Kita akan hitung ulang, kita komunikasikan, dan kita juga koordinasi dengan teman-teman dari Komisi VIII DPR," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan biaya perjalanan ibadah haji tahun ini tidak akan mengalami kenaikan meski harga avtur dunia tengah melambung.
Baca tanpa iklan