Persiapan Jemaah Haji 2026, Pakar Ingatkan Cek Kesehatan 3 Bulan sebelum Berangkat
Dicky Budiman menegaskan pendekatan kesehatan haji harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sebelum, selama, hingga setelah ibadah berlangsung.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
“Evidence terkini itu, kita bisa melihat bahwa studi haji di dua tahun terakhir menunjukkan lebih dari 60 persen kasus rawat inap itu ya terkait penyakit kronis ya, bukan infeksi,"lanjutnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, vaksinasi juga menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Vaksin meningitis menjadi wajib, sementara vaksin lain seperti polio, influenza, dan pneumokokus dianjurkan sesuai kondisi masing-masing jemaah.
Pendekatan vaksin ini bersifat berbasis risiko, bukan sekadar kewajiban administratif.
Artinya, jenis vaksin yang diberikan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan potensi paparan penyakit.
Tak kalah penting, pencegahan infeksi saluran pernapasan juga menjadi perhatian utama mengingat tingginya kepadatan selama ibadah haji.
Penggunaan masker, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kelelahan ekstrem menjadi langkah sederhana namun krusial.
Kesimpulannya, persiapan kesehatan jemaah haji harus dimulai jauh sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan menyeluruh, pengendalian penyakit kronis, serta vaksinasi menjadi fondasi utama agar ibadah dapat berjalan lancar dan aman. (*)
Baca tanpa iklan