Waspada Cuaca Ekstrem Haji 2026, Risiko Heat Stroke hingga Dehidrasi Perlu Diantisipasi
Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan bahwa adaptasi terhadap suhu tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam persiapan kesehatan haji.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Tribunnews.com/Husein Sanusi
ILUSTRASI - Cuaca panas ekstrem diprediksi masih akan menjadi tantangan besar bagi jemaah haji pada 2026. Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan bahwa adaptasi terhadap suhu tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam persiapan kesehatan haji.
“Dengan memahami ada genjala awal berupa pusing, lemas, kram otot, ataupun muak," imbuhnya.
Jika gejala tersebut muncul, jemaah disarankan segera beristirahat, mencari tempat teduh, dan meningkatkan asupan cairan.
Namun, jika muncul tanda bahaya seperti kebingungan atau penurunan kesadaran, kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat medis dan harus segera ditangani tenaga kesehatan.
Kesimpulannya, risiko kesehatan pada haji 2026 merupakan kombinasi antara penyakit kronis, infeksi, dan stres panas ekstrem.
Namun, dengan persiapan yang tepat dan langkah pencegahan yang disiplin, risiko tersebut dapat diminimalkan sehingga jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman. (*)
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan