Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kisah Mbah Dalimin, Jemaah Haji Tertua se-Jateng, Menjemput Panggilan di Usia 94 Tahun

Mbah Dalimin menjadi jemaah haji tertua asal Jawa Tengah yang tahun akan berangkat ke Tanah Suci. Ini rahasianya tetap sehat dan prima di usia senja.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sri Juliati
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Kisah Mbah Dalimin, Jemaah Haji Tertua se-Jateng, Menjemput Panggilan di Usia 94 Tahun
Tribunnews.com/Sri Juliati
JEMAAH HAJI TERTUA - Dalimin Harjo Sumarto, warga Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten menjadi jemaah haji tertua asal Jateng dalam musim haji 2026 saat ditemui, Jumat (17/4/2026). Ini rahasianya tetap sehat dan prima di usia senja. 

Ringkasan Berita:
  • Dalimin Harjo Sumarto menjadi jemaah haji tertua asal Jawa Tengah yang akan menunaikan ibadah haji pada tahun ini.
  • Warga Klaten itu memiliki sejumlah tips dan rahasia tetap sehat serta prima di usia senja.
  • Berangkat seorang diri, Dalimin siap memenuhi panggilan berhaji di usia 94 tahun.

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah persiapan jelang pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 terus dilakukan, termasuk oleh para jemaah haji

Di antara ribuan calon tamu Allah itu, terselip kisah yang menghangatkan hati: tentang penantian panjang yang akhirnya terjawab.

Salah satunya datang dari Dalimin Harjo Sumarto

Saat menginjakkan kaki ke Tanah Suci nanti, warga Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten itu telah berusia 94 tahun. 

Hal ini menjadikannya sebagai jemaah haji tertua asal Jawa Tengah (Jateng) yang akan berangkat haji pada tahun 2026.

Ia tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 61 SOC dan dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali pada 11 Mei 2026. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sehari kemudian, Dalimin akan terbang menuju Jeddah, Arab Saudi bersama 355 jemaah haji lainnya.

Penantian Selama 8 Tahun

Di usianya yang hampir 1 abad, langkah Dalimin Harjo Sumarto memang tak secepat dulu. Namun, tekadnya justru semakin kuat.

Saat ditemui Tribunnews.com di kediamannya, Dalimin terlihat mengenakan tripod cane atau tongkat kaki tiga yang membantunya melangkah setapak demi setapak.

Meski demikian, ia mengaku masih dapat melakukan sejumlah aktivitas secara mandiri, misalnya mandi, makan, duduk, dan berdiri. Bahkan ia lancar diajak berbicara.

"Menawi paningalan sampun blawur (kalau mata sudah buram)," kata dia, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Sosok Jemaah Haji Termuda dan Tertua 2026 di Jawa Tengah, Terpaut Usia 80 Tahun

Pensiunan Tata Usaha (TU) di sebuah sekolah di Sukoharjo itu lantas berkisah, keinginannya untuk menyempurnakan Rukun Islam ini tidak muncul secara tiba-tiba.

Ada peran kelima anaknya yang terus membujuknya. Sebab, sebagian besar dari mereka sudah berhaji. Tinggal si bungsu yang belum berangkat, tetapi sudah mendaftar.

Puncaknya, anak ketiga Dalimin pulang dari Tanah Suci tahun 2018. Dan setelah melalui sejumlah pendekatan, Dalimin akhirnya bersedia untuk mendaftar sebagai calon jemaah haji reguler.

"Cepet pendaftarane, mboten dipersulit (pendaftarannya cepat, tidak dipersulit)," ungkap Dalimin yang saat mendaftar ditemani putra sulungnya, Sri Widodo.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas