Ratusan Petugas Haji Daker Makkah Berangkat ke Tanah Suci, Diingatkan Tugas Utama
Ratusan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- PPIH Arab Saudi 1447 H diberangkatkan bertahap ke Makkah untuk melayani jemaah haji Indonesia.
- Petugas diingatkan menjaga sikap, melayani jemaah beragam latar belakang, dan kebutuhan khusus.
- Pemerintah menekankan peran penting PPIH sebagai ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji.
TRIBUNNEWS.COM - Ratusan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 kembali diberangkatkan dari Asrama Haji Pondok Gede menuju ke Tanah Suci, Rabu (23/4/2026).
Mereka yang berangkat pada Rabu hari ini adalah PPIH yang akan bertugas di daerah kerja (daker) Makkah.
Keberangkatan petugas haji daker Makkah ini terbagi menjadi tiga gelombang mulai Rabu hingga Jumat, 23 April 2026.
Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Chandra Sulistio Reksoprodjo mengatakan, para petugas haji merupakan perwakilan negara.
"Sehingga petugas wajib menjaga tutur kata dan menghormati adat istiadat selama berada di Tanah Suci," kata dia dalam pembekalan dan pelepasan PPIH Arab Saudi, Rabu sore.
Chandra juga mengingatkan, tugas utama para petugas haji adalah melayani jemaah. Hal ini tak lepas dari latar belakang jemaah yang beragam.
Berdasarkan data Pusdatin Kemenhaj per 15 April 2026), profil jemaah haji Indonesia menunjukkan keragaman yang tinggi.
Dari sisi pekerjaan, jemaah didominasi oleh ibu rumah tangga (52.717 orang), diikuti pegawai swasta (46.462), PNS (40.143), dan petani (24.126).
Sementara itu, dari sisi pendidikan, mayoritas jemaah merupakan lulusan SD (55.217), SMA/SMK (52.796), serta Sarjana/S1 (51.968).
Adapun dari sisi usia, jemaah haji Indonesia didominasi kelompok usia 41–64 tahun, dengan jumlah laki-laki 58.461 orang dan perempuan 78.955 orang.
Baca juga: Menabung 13 Tahun, Guru SD Tangerang Akhirnya Berangkat Haji
Selain itu, terdapat pula jemaah lanjut usia di atas 65 tahun yang mencapai lebih dari 40 ribu orang secara keseluruhan.
Kondisi ini menegaskan pentingnya pelayanan yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.
"Banyak di antara para jemaah haji yang baru pertama kali naik pesawat dan ke luar negeri. Bisa kita bayangkan kecemasan yang mereka rasakan saat berada di tempat baru."
"Nah, tugas kita bantu mereka agar jemaah haji dapat beribadah dengan baik. Minimal ketika bertemu dengan jemaah, senyumlah, sapalah, 'ada yang bisa dibantu, Pak, Bu," ucapnya.
Baca tanpa iklan