Menhaj Minta Petugas Haji Doakan Kesehatan Presiden Prabowo di Tanah Suci
Gus Irfan meminta para petugas haji turut mendoakan kesehatan Presiden Prabowo Subianto.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk mendoakan kondisi bangsa Indonesia di Tanah Suci.
- Gus Irfan meminta para petugas haji turut mendoakan kesehatan Presiden Prabowo Subianto.
- Menurutnya, Presiden Prabowo memegang amanah yang besar dalam memimpin negara.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk mendoakan kondisi bangsa Indonesia di Tanah Suci.
Dirinya berharap para petugas mendoakan bangsa Indonesia di tengah memanasnya kondisi geopolitik.
Baca juga: Menhaj: Pemerintah Jamin Keamanan Jemaah Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah
"Jangan lupa jika ada kesempatan berdoa di tempat-tempat yang mustajabah, saya mohon doakan untuk bangsa Indonesia. Agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang tetap kuat, bangsa yang sanggup menjalani situasi dunia yang tidak menentu ini," kata Gus Irfan.
Hal tersebut disampaikan Gus Irfan saat melepas keberangkatan PPIH Daerah Kerja Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, Gus Irfan meminta para petugas haji turut mendoakan kesehatan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Presiden Prabowo memegang amanah yang besar dalam memimpin negara.
"Saya mohon juga mendoakan pimpinan bangsa kita, Bapak Presiden Prabowo, supaya tetap sehat dan bisa menjalankan amanah bangsa yang berat, amanah membawa bangsa menuju ke masyarakat yang sejahtera," katanya.
Gus Irfan menegaskan bahwa para petugas haji merupakan representasi negara selama bertugas di Arab Saudi.
Baca juga: Meski Lolos di Bandara, Menhaj Pastikan Jemaah Haji Ilegal Tak Bisa Beribadah di Tanah Suci
Sehingga setiap tindakan para petugas haji akan berdampak pada citra Indonesia.
"Sekali lagi saya pesankan bapak ibu sekalian adalah wakil negara di sana. Apapun yang bapak ibu lakukan, jika positif memberi nilai positif kepada negara, kepada bangsa, jika negatif akan memberikan citra negatif kepada bangsa dan negara," pungkasnya.
Pada tahun 2026 ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah.
Berdasarkan data aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah haji khusus (8 persen).
Baca tanpa iklan