Apa Itu Haji Mabrur? Kenali Ciri-Ciri dan Syarat agar Ibadah Diterima Allah
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh Muslim yang mampu.Tujuan utama dari ibadah haji adalah meraih Haji Mabrur.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Tiara Shelavie
Dengan demikian, setiap haji mabrur pasti maqbul, tetapi tidak semua haji maqbul mencapai derajat mabrur.
Mengapa Haji Mabrur Sangat Istimewa?
Haji mabrur menjadi dambaan setiap muslim karena memiliki keutamaan luar biasa.
Selain dijanjikan surga, haji mabrur juga diyakini dapat menghapus dosa-dosa yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah (haqqullah).
Namun, para ulama seperti Ibnu Hajar al-Haytami menjelaskan bahwa dosa yang berkaitan dengan sesama manusia (haqqul adami) tetap harus diselesaikan secara langsung, seperti meminta maaf atau mengembalikan hak yang diambil.
Artinya, haji bukanlah 'jalan pintas' untuk menghapus semua kesalahan tanpa tanggung jawab, melainkan momentum untuk memperbaiki diri secara menyeluruh, baik hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Syarat Meraih Haji Mabrur
Untuk mencapai derajat haji mabrur, terdapat beberapa syarat penting yang harus diperhatikan:
1. Niat Ikhlas karena Allah
Segala ibadah, termasuk haji, harus dilandasi niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau mendapat pengakuan.
2. Menjadikan Takwa sebagai Bekal Utama
Takwa adalah bekal terbaik dalam perjalanan haji.
Tidak hanya bekal materi, tetapi juga kesiapan spiritual yang kuat agar ibadah lebih bermakna.
3. Memahami dan Menjalankan Manasik dengan Benar
Jemaah harus mempelajari ilmu manasik agar mampu melaksanakan setiap rangkaian ibadah seperti wukuf, thawaf, dan sa’i sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
4. Menggunakan Harta yang Halal
Biaya haji harus berasal dari sumber yang halal dan bersih.
Harta yang tidak halal dapat mengurangi nilai bahkan menggugurkan penerimaan ibadah.
5. Menjauhi Maksiat Selama Haji
Selama berhaji, jemaah harus menghindari perbuatan dosa seperti berkata kotor (rafats), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan (jidal).
6. Memperbanyak Zikir dan Doa
Haji adalah momentum mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak zikir, doa, dan ibadah sunnah di setiap kesempatan.
Tanda-Tanda Haji Mabrur
Haji mabrur tidak hanya terlihat saat di Tanah Suci, tetapi justru lebih tampak setelah seseorang kembali ke tanah air.
Baca tanpa iklan