Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Cara Mudah Jemaah Haji Kunjungi Raudhah: Bisa Daftar Kolektif atau Mandiri Lewat Aplikasi Nusuk

Inilah cara mengunjungi Raudhah bagi jemaah haji Indonesia. Bisa daftar kolektif melalui petugas PPIH atau daftar mandiri lewat aplikasi Nusuk.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sri Juliati
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Cara Mudah Jemaah Haji Kunjungi Raudhah: Bisa Daftar Kolektif atau Mandiri Lewat Aplikasi Nusuk
Tribunnews.com/Rachmat Hidayat
CARA BERKUNJUNG RAUDHAH - Inilah cara mengunjungi Raudhah bagi jemaah haji Indonesia. Bisa daftar kolektif melalui petugas PPIH atau daftar mandiri lewat aplikasi Nusuk. 

TRIBUNNEWS.COM - Raudhah atau Raudhatul Jannah menjadi tujuan utama bagi para jemaah haji untuk beribadah selama tinggal di Madinah.

Raudhah adalah area kecil di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara mimbar Nabi Muhammad SAW dan makamnya. 

Lokasi Ar-Raudhah dibedakan dengan karpet yang berwarna hijau, sedangkan lantai masjid yang lainnya berwarna merah.

Keistimewaan Raudhah dipercaya sebagai lokasi mustajab untuk doa-doa yang dipanjatkan, melakukan shalat sunnah, dan membaca Al-Qur'an.

Lantaran menjadi tujuan utama di Madinah, jemaah haji perlu mengetahui tentang tata cara mengunjungi Raudhah.

Dengan memahami tips ini, jemaah haji tidak lagi bingung dan bisa mengunjungi Raudhah dengan tertib.

Baca juga: Doa saat di Raudhah di Masjid Nabawi yang Bagaikan Kebun Surga

Tips Mengunjungi Raudhah

Agar dapat mengunjungi Raudhah, jemaah perlu mendaftarkan diri secara kolektif melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 daerah kerja (daker) Madinah.

Rekomendasi Untuk Anda

Tujuannya, agar jemaah haji bisa mendapatkan tasreh (izin masuk) memasuki Raudhah.

"Tim bimbingan ibadah (bimbad) bertanggung jawab untuk menginput seluruh data agar mendapatkan mendapatkan tasreh (izin masuk) memasuki Raudhah," kata petugas bimbad di Sektor Bir Ali, Madinah, Agususanto.

"Itu adalah sistem kolektif, jadi akan dikontrol oleh sektor khusus dari Nabawi yang akan masuk rombongan," tambahnya.

Dalam satu lembar tasreh terdapat maksimal puluhan hingga maksimal 50 nama, tergantung kuota yang tersedia saat itu.

Sehingga setiap ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) harus berperan aktif memastikan semua jemaah yang di regu/kelompoknya terdata.

Setiap jemaah, kata Agus, mendapatkan kesempatan minimal satu kali memasuki Raudhah

Waktu kunjungan akan diatur oleh petugas bimbad setiap sektor yang bekerja sama dengan bimbad per kloter.

Tujuannya, agar jadwal kunjungan ke Raudhah tidak berbenturan dengan kegiatan lain seperti ziarah di Kota Madinah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas