Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menuju Makkah, Jemaah Haji Indonesia Mulai Ambil Miqat di Bir Ali Secara Bertahap

Memasuki musim haji 2026, proses pengambilan miqat oleh jemaah haji Indonesia mulai dilakukan secara bertahap.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menuju Makkah, Jemaah Haji Indonesia Mulai Ambil Miqat di Bir Ali Secara Bertahap
Media Center Haji 2026/Sri Juliati
Jemaah Haji saat di Bir Ali, melaksanakan amalan sunnah dan mengambil miqat umroh sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah, Kamis (30/4/2026). Kredit foto: Media Center Haji (MCH) 2026 

Ringkasan Berita:
  • Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan bertahap dari Madinah ke Makkah dengan kewajiban mengambil miqat di Bir Ali sebelum melaksanakan umrah wajib.
  • PPIH memperketat pengawasan dan pelayanan di Bir Ali melalui sistem checkpoint, edukasi ihram, serta pendampingan khusus bagi lansia dan disabilitas.
  • Kedatangan kloter pertama di Makkah menandai dimulainya gelombang besar jemaah Indonesia, dengan pelayanan optimal untuk memastikan ibadah berjalan lancar dan tertib.

TRIBUNNEWS.COM - Miqat merupakan batas tempat dan waktu yang telah ditentukan dalam syariat Islam bagi jemaah haji atau umrah untuk mulai mengenakan ihram dan berniat melaksanakan ibadah.

Bagi jemaah yang berangkat dari Madinah menuju Makkah, miqat biasanya dilakukan di Masjid Bir Ali (Dzulhulaifah), yang menjadi titik penting sebelum memasuki wilayah Tanah Haram. 

Tujuan miqat bukan sekadar ritual, tetapi sebagai bentuk kesiapan spiritual, di mana jemaah mulai memasuki fase ibadah dengan menjaga larangan dan memperkuat niat.

Memasuki musim haji 2026, proses pengambilan miqat oleh jemaah haji Indonesia mulai dilakukan secara bertahap seiring dengan pemberangkatan dari Madinah menuju Makkah

Tahapan ini menjadi bagian krusial sebelum jemaah menunaikan umrah wajib sebagai rangkaian awal ibadah haji.

Persiapan Ketat dan Pengawasan di Bir Ali

Dalam rangka memastikan seluruh jemaah melaksanakan miqat sesuai ketentuan syariat, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan sistem persiapan dan pengawasan yang jauh lebih terstruktur di kawasan Bir Ali. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pembimbing Ibadah Sektor Bir Ali, Agususanto menjelaskan kepada Media Center Haji 2026, tahun ini, jumlah personel yang ditugaskan mencapai 34 orang, menjadi yang terbanyak dibandingkan musim haji sebelumnya, dengan pembagian tugas yang jelas dan terkoordinasi.

Penguatan layanan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembinaan ibadah. 

Sejak masih berada di hotel di Madinah, jemaah telah diberikan pengarahan intensif oleh pembimbing ibadah. 

Jemaah laki-laki diimbau untuk sudah mengenakan kain ihram sebelum tiba di Bir Ali, sementara jemaah perempuan diberikan penjelasan mendetail mengenai tata cara berihram, termasuk niat serta larangan-larangan yang harus dipatuhi setelah memasuki keadaan ihram.

Baca juga: 360 Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Makkah, Disambut Haru dan Syukur

Setibanya di Bir Ali, alur pelayanan dibuat sistematis untuk menghindari penumpukan dan kebingungan di lapangan. 

Area miqat dibagi menjadi delapan titik pengawasan (checkpoint) yang dijaga oleh petugas. 

Setiap checkpoint memiliki fungsi spesifik, mulai dari memastikan kesiapan pakaian ihram, memverifikasi niat, hingga mengawasi pergerakan jemaah agar tidak terpisah dari rombongan.

Petugas juga aktif memberikan bimbingan langsung kepada jemaah setibanya di lokasi. 

Mereka menjelaskan kembali tata cara miqat secara singkat namun jelas, termasuk pelaksanaan salat sunnah ihram di masjid. 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas