Apakah Perempuan yang Haid/Nifas Boleh Wukuf di Arafah dan Baca Al-Quran?
Perempuan yang sedang haid/nifas boleh Wukuf di Arafah dengan membaca zikir dan doa, namun haram membaca ayat Al-Quran, menurut sebagian besar ulama.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Menurut para ulama, perempuan yang sedang haid dapat membaca lafal zikir dan doa, baik dengan bersuara maupun di dalam hati.
Namun, kebolehan untuk membaca bacaan tersebut hanya berlaku untuk zikir dan doa, bukan untuk ayat suci Al-Quran.
Sebagian ulama berpendapat bahwa perempuan yang sedang haid boleh membaca formula zikir/doa yang memuat potongan ayat-ayat Al-Quran, selama dia berniat membaca lafal zikir/doa.
Perempuan haid diperbolehkan membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, maupun ayat Kursi dengan niat membacanya sebagai zikir/doa, bukan diniatkan membaca Al-Quran.
Berbeda jika perempuan haid tetap berniat membaca penggalan ayat Al-Quran sebagai bacaan Al-Quran, karena hukumnya bisa menjadi haram.
Ketentuan Wukuf di Arafah
- Wukuf dilaksanakan setelah khutbah wukuf serta salat jamak qasar taqdim Zuhur dan Asar
- Wukuf dilakukan dengan suasana tenang, khusyuk, dan penuh tawadhu kepada Allah
- Wukuf dapat dilaksanakan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri
- Selama wukuf, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, istighfar, shalawat, dan doa sesuai sunah Rasulullah SAW
- Tidak disyaratkan suci dari hadas besar maupun hadas kecil saat wukuf
- Wanita yang sedang haid atau nifas tetap dapat melaksanakan wukuf di tenda Arafah bersama jemaah lain
- Jemaah haji yang sakit dan dirawat di rumah sakit atau KKHI dapat melaksanakan wukuf melalui safari wukuf jika memungkinkan dibawa ke Arafah.
Hikmah Wukuf di Arafah
Arafah memiliki makna “pengenalan”, yaitu tempat seorang Muslim diharapkan lebih mengenal dirinya sendiri sekaligus mengenal Allah SWT sebagai Tuhannya.
Di tempat ini, jemaah haji diajak untuk berdiam diri, merenung, melakukan introspeksi, dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Ibadah haji akan mencapai makna yang sesungguhnya ketika seseorang mampu menyadari hakikat dirinya sebagai hamba di hadapan Allah.
Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW bahwa inti dari haji adalah wukuf di Arafah.
Sejak zaman para nabi, Arafah telah menjadi tempat yang penuh makna spiritual.
Di sinilah para nabi bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah.
Dikisahkan, Nabi Adam dan Siti Hawa menyadari serta mengakui kesalahan mereka di tempat ini.
Nabi Ibrahim AS juga memperoleh keyakinan penuh bahwa perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, adalah wahyu dari Allah.
Oleh karena itu, Arafah menjadi tempat penting untuk mencapai kesadaran diri dan ketundukan total kepada Allah.
Wukuf di Arafah juga mengajarkan pentingnya berhenti sejenak dari kesibukan dunia.
Baca tanpa iklan