Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apakah Perempuan yang Haid/Nifas Boleh Wukuf di Arafah dan Baca Al-Quran?

Perempuan yang sedang haid/nifas boleh Wukuf di Arafah dengan membaca zikir dan doa, namun haram membaca ayat Al-Quran, menurut sebagian besar ulama.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Apakah Perempuan yang Haid/Nifas Boleh Wukuf di Arafah dan Baca Al-Quran?
/TRIBUNNEWS.COM/Dewi Aguistina
WUKUF DI ARAFAH - Sejumlah Jemaah Haji Indoensia yang tengah melakukan Wukuf di Arafah, Arab Saudi, Kamis (5/6/2025). - Perempuan yang sedang haid/nifas boleh Wukuf di Arafah dengan membaca zikir dan doa, namun haram membaca ayat Al-Quran, menurut sebagian besar ulama. 
Ringkasan Berita:
  • Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang wajib karena tanpa wukuf, maka hajinya tidak sah.
  • Ibadah ini dilakukan dengan berdiam untuk beribadah di Arafah pada 9 Dzulhijjah hingga fajar 10 Dzulhijjah.
  • Perempuan haid tetap boleh wukuf, namun dianjurkan tidak membaca Al-Qur’an dan cukup berzikir atau berdoa. 
  • Wukuf mengajarkan introspeksi, ketundukan kepada Allah, serta menggambarkan kesetaraan manusia di hadapan-Nya.

TRIBUNNEWS.COM - Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang wajib dilakukan oleh jemaah haji, jika ditinggalkan maka hajinya tidak sah (batal) dan tidak dapat diganti dengan dam (denda).

Wukuf adalah ibadah yang dilakukan dengan berdiam diri di Arafah, meski hanya sejenak, dalam keadaan ihram pada waktu tergelincirnya Matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

Arafah, dataran luas yang terletak sekitar 20 km ke arah timur dari Masjidilharam, merupakan lokasi utama untuk wukuf.

Di tempat ini juga terdapat bukit terkenal bernama Jabal Rahmah yang diyakini menjadi tempat bersatunya kembali Nabi Adam dan Hawa, yang sering dikunjungi jemaah haji.

Selama wukuf, jemaah haji dianjurkan memperbanyak zikir, doa, dan sholawat.

Apakah perempuan yang haid/nifas boleh ikut Wukuf di Arafah?

Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan bahwa seseorang yang ingin wukuf di Arafah tidak dipersyaratkan untuk suci dari hadas kecil/hadas besar.

Perempuan yang sedang haid/nifas boleh melaksanakan wukuf di tenda Arafah bersama jemaah haji lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Perlu diingat, rangkaian ibadah haji dan umrah tergolong qurbah (perbuatan mendekatkan diri kepada Allah SWT) yang sunah dikerjakan dalam keadaan suci dari hadas kecil/besar, kecuali Tawaf.

Sementara itu, bagi jemaah haji yang sakit dan berada dalam perawatan di rumah sakit/lokasi di luar Arafah, serta masih memungkinkan untuk dibawa ke Arafah, maka ia bisa melaksanakan wukuf melalui safari wukuf.

Baca juga: Doa Wukuf di Arafah saat Ibadah Haji, Waktu Mustajab Berdoa kepada Allah

Dalam safari wukuf, jemaah yang dirawat di rumah sakit atau tidak bisa bergerak akan dibawa ke Arafah menggunakan ambulans atau kendaraan khusus.

Mereka tetap dihadirkan (meski sebentar) di wilayah Arafah pada waktu wukuf.

Setelah itu, jemaah bisa kembali ke tempat perawatan.

Apakah perempuan haid boleh membaca Al-Qur'an ketika sedang wuquf di padang Arafah?

Menurut Imam al-Nawawi, perempuan haid dan orang junub haram membaca ayat suci Al-Qur'an, baik sedikit maupun banyak. 

Selain itu, mayoritas ulama madzhab Syafi'i juga berpendapat bahwa perempuan yang sedang haid haram membaca Al-Quran.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa sebaiknya perempuan yang sedang haid dan sedang wukuf di Arafah tidak membaca ayat Al-Quran agar tidak berpotensi melakukan perbuatan haram, sebagaimana pendapat mayoritas ulama.

Lantas, ibadah apa yang bisa dilakukan oleh perempuan yang sedang haid untuk mengikuti wukuf di Arafah?

Menurut para ulama, perempuan yang sedang haid dapat membaca lafal zikir dan doa, baik dengan bersuara maupun di dalam hati.

Namun, kebolehan untuk membaca bacaan tersebut hanya berlaku untuk zikir dan doa, bukan untuk ayat suci Al-Quran.

Sebagian ulama berpendapat bahwa perempuan yang sedang haid boleh membaca formula zikir/doa yang memuat potongan ayat-ayat Al-Quran, selama dia berniat membaca lafal zikir/doa.

Perempuan haid diperbolehkan membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, maupun ayat Kursi dengan niat membacanya sebagai zikir/doa, bukan diniatkan membaca Al-Quran.

Berbeda jika perempuan haid tetap berniat membaca penggalan ayat Al-Quran sebagai bacaan Al-Quran, karena hukumnya bisa menjadi haram.

Ketentuan Wukuf di Arafah

  1. Wukuf dilaksanakan setelah khutbah wukuf serta salat jamak qasar taqdim Zuhur dan Asar
  2. Wukuf dilakukan dengan suasana tenang, khusyuk, dan penuh tawadhu kepada Allah
  3. Wukuf dapat dilaksanakan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri
  4. Selama wukuf, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, istighfar, shalawat, dan doa sesuai sunah Rasulullah SAW
  5. Tidak disyaratkan suci dari hadas besar maupun hadas kecil saat wukuf
  6. Wanita yang sedang haid atau nifas tetap dapat melaksanakan wukuf di tenda Arafah bersama jemaah lain
  7. Jemaah haji yang sakit dan dirawat di rumah sakit atau KKHI dapat melaksanakan wukuf melalui safari wukuf jika memungkinkan dibawa ke Arafah.

Hikmah Wukuf di Arafah

Arafah memiliki makna “pengenalan”, yaitu tempat seorang Muslim diharapkan lebih mengenal dirinya sendiri sekaligus mengenal Allah SWT sebagai Tuhannya.

Di tempat ini, jemaah haji diajak untuk berdiam diri, merenung, melakukan introspeksi, dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Ibadah haji akan mencapai makna yang sesungguhnya ketika seseorang mampu menyadari hakikat dirinya sebagai hamba di hadapan Allah.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW bahwa inti dari haji adalah wukuf di Arafah.

Sejak zaman para nabi, Arafah telah menjadi tempat yang penuh makna spiritual.

Di sinilah para nabi bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dikisahkan, Nabi Adam dan Siti Hawa menyadari serta mengakui kesalahan mereka di tempat ini.

Nabi Ibrahim AS juga memperoleh keyakinan penuh bahwa perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, adalah wahyu dari Allah.

Oleh karena itu, Arafah menjadi tempat penting untuk mencapai kesadaran diri dan ketundukan total kepada Allah.

Wukuf di Arafah juga mengajarkan pentingnya berhenti sejenak dari kesibukan dunia.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering terjebak dalam rutinitas tanpa sempat merenung.

Melalui wukuf, manusia diajak untuk berhenti sejenak, berpikir, mengevaluasi diri, dan merencanakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Selain itu, suasana di Padang Arafah menggambarkan keadaan manusia kelak di Padang Mahsyar. Semua manusia berkumpul dengan perasaan harap dan cemas menunggu keputusan Allah.

Tidak ada perbedaan status sosial, semua sama sebagai hamba-Nya. Pakaian ihram yang serba putih melambangkan kesucian, kesederhanaan, dan kesiapan hati untuk meraih ridha Allah SWT.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas