Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Suhu di Makkah Tembus 40 Derajat, 2 Jemaah Haji Indonesia Diduga Alami Heatstroke

Suhu di Makkah mencapai 40 derajat Celsius dan memicu kasus heatstroke pada jemaah haji Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Suhu di Makkah Tembus 40 Derajat, 2 Jemaah Haji Indonesia Diduga Alami Heatstroke
Media Center Haji 2026
WASPADAI HEATSTROKE - Kepala Seksi PKPPJH serta Lansia dan Disabilitas, dr Ridwan Siswanto ketika ditemui tim Media Center Haji (MCH), Selasa (28/4/2026). Terbaru, ia mengungkapkan, ada dua jemaah haji yang diduga mengalami heatstroke di sekitar Masjidil Haram, imbas suhu di Kota Makkah capai 40 derajat celcius. 

Ringkasan Berita:
  • Suhu di Makkah mencapai 40 derajat Celsius dan memicu kasus heatstroke pada jemaah haji Indonesia.
  • Dua jemaah ditemukan terjatuh dan tidak sadarkan diri, satu dirawat di rumah sakit karena diduga juga memiliki masalah jantung.
  • Petugas mengimbau jemaah rutin minum, menjaga istirahat, serta melindungi diri dari paparan panas untuk mencegah heatstroke.  

Laporan Langsung Wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Suhu udara di Kota Makkah selama beberapa hari terakhir mencapai sekitar 40 derajat Celsius.

Kondisi ini mulai berdampak pada kondisi kesehatan jemaah haji asal Indonesia. 

Dalam dua hari terakhir, tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) menemukan dua kasus jemaah haji yang diduga mengalami serangan heatstroke.

Kepala Seksi PKPPJH serta Lansia dan Disabilitas, dr Ridwan Siswanto mengungkapkan, kejadian itu terjadi di sekitar Hotel Anjum, kawasan Masjidil Haram. 

Kedua jemaah haji dilaporkan tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat berada di area tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Selama dua hari ini, ada dua jemaah yang diduga terkena serangan heatstroke. Kenapa masih diduga? Karena kita belum bisa mendiagnosis pasti sebelum ada pemeriksaan lengkap di rumah sakit. Tapi dari gejalanya kemungkinan ke arah sana karena jemaah tiba-tiba terjatuh, tergeletak, dan tidak sadarkan diri," kata dr Ridwan Siswanto kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, tim PKPPJH yang berada di lokasi langsung melakukan penanganan awal begitu menerima laporan. Jemaah haji segera dipindahkan ke tempat yang lebih teduh dan sejuk untuk menurunkan suhu tubuh.

Baca juga: Arab Saudi Kembali Tangkap 10 WNI terkait Praktik Jual Beli Haji Ilegal

“Langkah pertama, kami cek kesadaran, kemudian membawa jemaah ke tempat yang ber-AC di sekitar Pos Terminal Jabal Ka'bah. Kami juga memeriksa tanda vital seperti tekanan darah dan saturasi oksigen," jelasnya.

Beruntung, salah satu jemaah haji mulai sadar setelah mendapatkan penanganan awal. Petugas kemudian memberikan minum secara bertahap serta makanan ringan seperti kurma hingga kondisinya berangsur membaik.

Namun, satu jemaah lainnya harus dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Dari hasil pemeriksaan awal, jemaah haji tersebut diduga juga memiliki masalah jantung.

"Ada kemungkinan antara serangan jantung atau dipicu oleh paparan panas ekstrem. Bahkan, di rumah sakit sempat disarankan untuk tindakan operasi bypass," tambah Arief.

Ridwan pun menekankan pentingnya mitigasi dan kewaspadaan sejak dini, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu heatstroke.

Diketahui, heatstroke adalah kondisi gawat darurat medis akibat paparan panas ekstrem, di mana suhu tubuh meningkat drastis hingga mencapai lebih dari 40 derajat celcius.

Kondisi ini terjadi karena kegagalan tubuh mengatur suhu, menyebabkan kerusakan organ vital, dan berpotensi fatal jika tidak ditangani segera. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas