Hari ke-16 Operasional Haji 2026: 97 Ribu Jemaah Diberangkatkan, Diimbau Manfaatkan Layanan Digital
Hingga data terakhir per 5 Mei 2026, proses pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia sebanyak 97.139 jemaah.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Sebagai bagian dari inovasi layanan, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Kawal Haji.
Platform ini menjadi sarana pengaduan terpadu yang memungkinkan jemaah dan keluarga untuk melaporkan berbagai kendala secara real-time.
"Kami mengimbau jemaah untuk memanfaatkan aplikasi kawal haji, yaitu platform digital berbasis cross-searching yang memudahkan pelaporan dan penanganan kendala jemaah secara real-time di Tanah Suci," jelas Suci.
Melalui aplikasi ini, berbagai layanan dapat dipantau, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, kondisi kesehatan, hingga laporan kehilangan barang atau jemaah.
Keunggulan aplikasi Kawal Haji antara lain:
- Pelaporan cepat dan responsif
- Sistem partisipatif antara jemaah dan petugas
- Transparansi dalam penanganan laporan
- Integrasi lintas sektor untuk solusi yang lebih efektif
- Antarmuka sederhana dan ramah bagi jemaah lanjut usia
Pemanfaatan teknologi ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan layanan haji yang modern, transparan, dan akuntabel.
"Kami menghimbau kepada jemaah dan keluarga untuk aktif menggunakan aplikasi ini apabila menemukan kendala selama penyelenggaraan ibadah haji," terangnya.
Layanan Kesehatan Diperkuat di Tengah Tantangan Cuaca
Salah satu fokus utama penyelenggaraan haji tahun ini adalah sektor kesehatan.
Dengan kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem, berkisar antara 38 hingga 40 derajat Celcius, pemerintah terus meningkatkan kesiapan layanan kesehatan.
Hingga saat ini, tercatat:
- 12.725 jemaah telah mendapatkan layanan rawat jalan
- 144 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI)
- 232 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi
- 70 jemaah masih menjalani perawatan intensif
Selain itu, pemerintah juga melaporkan bahwa total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 10 orang.
Salah satu jemaah yang wafat pada 5 Mei 2026 berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Penyebab wafat didominasi oleh penyakit penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan gangguan pernapasan seperti radang paru-paru.
Pemerintah menyampaikan belasungkawa mendalam.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga Almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," terangnya.
Baca tanpa iklan