Jemaah Haji Lansia dan Risti Diimbau Jaga Kesehatan, PPIH: Tak Perlu Paksakan Diri ke Masjidil Haram
Jemaah haji lansia dan risiko tinggi diimbau tidak memaksakan diri beribadah langsung di Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- PPIH Arab Saudi menegaskan salat di masjid hotel di wilayah Tanah Haram Makkah tetap memiliki pahala 100 ribu kali lipat seperti di Masjidil Haram.
- Jemaah haji lansia, disabilitas, dan risiko tinggi (risti) diimbau tidak memaksakan diri beribadah langsung di Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
- PPIH mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan karena risiko tersesat serta kepadatan jemaah di area Masjidil Haram cukup tinggi.
TRIBUNNEWS.COM - Tim Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah menegaskan bahwa salat di masjid hotel di wilayah Makkah memiliki keutamaan pahala yang sama dengan salat di Masjidil Haram, yakni 100.000 kali lipat.
Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan pemahaman sebagian jemaah haji yang menganggap pahala salat di masjid hotel berbeda dengan di Masjidil Haram.
Akibatnya, tidak sedikit jemaah yang memaksakan diri untuk selalu beribadah di Masjidil Haram meski kondisi fisik tidak memungkinkan.
Pelaksana Bimbad PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, mengatakan keinginan beribadah langsung di Masjidil Haram merupakan hal yang wajar.
Namun, ia mengingatkan bahwa seluruh wilayah Tanah Haram memiliki keutamaan pahala yang sama.
"Seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan seperti Masjidil Haram. Salat di sini pahalanya 100 ribu kali lipat," ujar Aziz, dikutip dari haji.go.id, Kamis (7/5/2026).
Aziz mengimbau jemaah agar tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram apabila kondisi kesehatan tidak mendukung.
Menurutnya, setiap umat Islam wajib mengutamakan prinsip hifdzun nafs atau menjaga keselamatan jiwa.
"Pengennya kesana, salat, tidak salah, kalau memang fisiknya memungkinkan. Tapi harus ingat, di sini ladang untuk berbuat baik. Tapi yang paling baik ialah orang yang bisa memberikan kesempatan baik pada orang untuk berbuat baik. Maka jangan sampai kita memonopoli," jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar jemaah yang sehat tidak mendorong jemaah lain mengikuti aktivitas ibadah yang sama jika berpotensi membahayakan kondisi fisik mereka.
Menurut Aziz, berbagai risiko kerap terjadi di area Masjidil Haram, mulai dari jemaah tersesat akibat banyaknya pintu masuk hingga terpisah dari rombongan.
Baca juga: Umrah Sunnah Maksimal 3 Kali, Jemaah Haji Diimbau Tak City Tour ke Luar Makkah
"Begitu masuk ke area Masjidil Haram, bisa jadi orang tersesat jalannya. Banyak pintu. Lupa pintunya, lupa naruh sendalnya, lupa tempat wudunya, lupa tempat pertemuannya. Ini sering terjadi, jemaah hilang di Masjidil Haram," ungkap Aziz.
Karena itu, Aziz mengimbau jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta jemaah dengan riwayat penyakit atau risiko tinggi agar mengoptimalkan ibadah di masjid hotel masing-masing.
"Bagi jemaah haji yang lanjut (lansia), disabilitas dan jemaah dengan risiko tinggi, silahkan dioptimalisasikan ibadahnya di hotel masing-masing," katanya.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan