Bocoran Menu Jemaah saat Puncak Ibadah Haji
Seluruh menu akan memiliki cita rasa nusantara. Mulai dari rendang, telur, dan lainnya dalam bentuk makanan siap santap atau ready to eat.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
"Syarikah menyediakan tanggal 8 siang sampai 13 Dzulhijjah," ujar Jaenal.
Setelah itu, setelah jemaah kembali ke hotel, konsumsi disediakan lagi oleh dapur-dapur Makkah.
"Ini (makanan yang disediakan syarikah) sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan," ujar Jaenal.
Cita Rasa Nusantara
Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan agar menu nusantara selalu tersaji kepada jemaah, yakni dengan memantau bahan baku hingga keterlibatan juru masak orang Indonesia di dapur-dapur tersebut.
"Sampai hari ini, tiga hal (poin utama bagi para dapur) sudah dipenuhi, yakni cita rasa Indonesia bagus, gramasi bagus, dan on time dalam delivery ke hotel-hotel jemaah haji," ujar Jaenal.
Dia juga menjelaskan, Kemenhaj akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi, seperti dengan mengunjungi langsung dapur-dapur penyedia konsumsi bagi jemaah haji.
Pengawasan itu juga menurutnya menjadi bentuk profesionalitas atas kontrak dengan pihak penyedia layanan konsumsi.
"Karena ini tahun pertama penyelenggaraan ibadah haji oleh Kemenhaj, mohon agar solid," ujar Jaenal. (*)