Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cara Penyajian Makanan Jemaah saat Puncak Ibadah Haji: Bisa Langsung Dimakan, Tak Perlu Dipanaskan

Jutaan paket makanan siap santap atau ready to eat bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
zoom-in Cara Penyajian Makanan Jemaah saat Puncak Ibadah Haji: Bisa Langsung Dimakan, Tak Perlu Dipanaskan
Tribunnews.com/Sri Juliati
READY TO EAT - Makanan siap santap atau ready to eat yang akan dibagikan kepada jemaah haji menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kredit: Media Center Haji 2026/Sri Juliati 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

Ringkasan Berita:
  • Jutaan paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
  • Kemenhaj merancang makanan ini praktis agar dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan maupun diolah kembali.
  • Diharapkan ini memudahkan jemaah di tengah mobilitas tinggi selama fase Armuzna.

 

 


TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyiapkan jutaan paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Makanan tersebut dirancang praktis agar dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan maupun diolah kembali. Sehingga memudahkan jemaah di tengah mobilitas tinggi selama fase Armuzna.

Baca juga: Logistik Haji 2026 Aman, Kemenhaj Siapkan 3 Juta Paket Makanan Siap Santap untuk Jemaah Armuzna

"Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, kepraktisan makanan RTE sangat membantu jemaah saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang memiliki keterbatasan fasilitas memasak maupun pemanasan makanan.

KEPADATAN MINA – Deretan tenda jemaah haji di kawasan Mina menjelang puncak ibadah haji di kawasan Armuzna, Mekkah. Wakil Ketua Umum MUI 2020–2025, Buya Anwar Abbas, menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Haji 2024, khususnya terkait masalah kepadatan di Mina.
KEPADATAN MINA – Deretan tenda jemaah haji di kawasan Mina menjelang puncak ibadah haji di kawasan Armuzna, Mekkah. Wakil Ketua Umum MUI 2020–2025, Buya Anwar Abbas, menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Haji 2024, khususnya terkait masalah kepadatan di Mina. (Tribunnews.com/Aji Bramasta)
Rekomendasi Untuk Anda

Selain praktis, paket makanan juga dikemas menggunakan wadah yang dapat langsung digunakan untuk makan.

"Khawatirnya ada jemaah yang tidak terbiasa makan makanan RTE ini, nanti ada petugas yang menyampaikan bahwa ini tinggal dibuka, digunting, langsung dimakan," ucapnya.

Menu yang disiapkan pun disesuaikan dengan lidah Indonesia. 

Beberapa di antaranya ialah gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.

"Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia," kata Jaenal.

Ia juga memastikan, sebagian besar paket makanan kini sudah tersedia di dapur penyedia. 

Dalam hitungan hari, makanan siap santap itu segera didistribusikan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap.

"Alhamdulillah sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas