Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebelum Puncak Haji, Jemaah Terima 6 Menu Siap Santap Khas Indonesia, Ini Menunya

Jemaah haji Indonesia menerima enam paket makanan siap santap khas Nusantara sebelum puncak ibadah haji di Armuzna.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Sebelum Puncak Haji, Jemaah Terima 6 Menu Siap Santap Khas Indonesia, Ini Menunya
Media Center Haji 2026
MAKANAN SIAP SANTAP - Makanan siap santap atau ready to eat yang akan dibagikan kepada jemaah haji sebelum menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Ringkasan Berita:
  • Jemaah haji Indonesia menerima enam paket makanan siap santap khas Nusantara sebelum puncak ibadah haji di Armuzna. 
  • Menu yang dibagikan antara lain kari ayam, semur ayam kacang merah, rendang daging, gulai ayam, daging balado, dan semur ayam. 
  • Paket makanan ini aman disimpan di kamar hotel dengan teknologi retort dan dibagikan pada 24, 25, serta 30 Mei 2026.

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Jemaah haji Indonesia akan menerima enam makanan siap santap atau ready to eat (RTE) sebelum menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi, Tri Hidayatno mengatakan, enam paket makanan yang terdiri nasi dan aneka lauk ini sudah mulai didistribusikan secara bertahap oleh suplier atau pihak penyedia ke dapur mulai 10 Mei 2026. 

Beberapa dapur pun sudah membagikannya kepada jemaah haji yang berada di hotel.

"Setiap jemaah haji akan mendapatkan enam paket makanan siap santap dengan menu yang berbeda-beda," kata Tri Hidayatno kepada tim Media Center Haji (MCH), Kamis (21/5/2026).

Menurut Tri, menu yang disiapkan merupakan cita rasa khas Indonesia. Beberapa di antaranya yakni kari ayam, semur ayam kacang merah, rendang daging dengn kacang merah, kari ayam kentang, gulai ayam wortel kentang, daging balado, hingga semur ayam.

Rekomendasi Untuk Anda

Tri yang juga Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengatakan, makanan siap santap ini dapat dikonsumsi oleh jemaah haji di hotel pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H atau pada 24, 25, dan 30 Mei 2026. 

MAKANAN SIAP SANTAP - Makanan siap santap atau ready to eat yang akan dibagikan kepada jemaah haji sebelum menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
MAKANAN SIAP SANTAP - Makanan siap santap atau ready to eat yang akan dibagikan kepada jemaah haji sebelum menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). (Media Center Haji 2026)

Baca juga: Logistik Haji 2026 Aman, Kemenhaj Siapkan 3 Juta Paket Makanan Siap Santap untuk Jemaah Armuzna

Pasalnya, pada tiga hari tersebut, kegiatan operasional seluruh dapur yang selama ini menyiapkan makanan katering untuk jemaah haji akan tutup.

Adapun pembagian konsumsi makanan siap saji itu adalah: tiga kali makan (pagi, siang, dan sore) pada 7 Dzulhijjah 1447 H atau pada Minggu, 24 Mei 2026.

Sehari kemudian, pada Senin, 25 Mei 2026 atau sebelum didorong ke Arafah mulai pagi hari, jemaah dapat mengonsumsi makanan siap santap.

Sepulang dari puncak haji, yaitu Sabtu, 30 Mei 2026 bisa kembali memakan menu ready to eat yang telah dibagikan untuk makan siang dan sore.

"(Makanan siap saji) tidak perlu dibawa sampai di Armuzna karena memberatkan. Selama di sana, jemaah juga akan mendapatkan makanan dari pihak syarikah. Jadi lebih baik disimpan di hotel saja," ujar Tri.

Makanan siap santap ini, lanjut Tri, tidak memerlukan penanganan khusus dan aman disimpan di suhu kamar hotel.

"Tidak perlu dimasukkan ke kulkas. Disimpan di kamar saja cukup karena makanan ini sudah dipanaskan dengan teknologi retort sampai 121 derajat Celsius," jelas Tri.

Teknologi retort adalah proses sterilisasi makanan dalam kemasan tertutup menggunakan pemanasan bersuhu tinggi (sekitar 116–130 °C) dengan tekanan tertentu.

Tri pun memastikan makanan tetap aman meski suhu udara di Arab Saudi mencapai 47 derajat Celsius.

Pengadaan paket makanan siap makan ini dilakukan melalui kerja sama antara syarikah Arab Saudi dengan perusahaan Indonesia, yakni PT Halalan Thayyiban dan Family Food dengan jumlah 1.232.520 paket. (*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas