Jelang Puncak Haji, Jemaah Diminta Tak Bepergian Sendiri Tanpa Koordinasi Petugas
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, meminta jemaah haji Indonesia tidak melakukan perjalanan mandiri jelang puncak haji.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Jemaah haji Indonesia diimbau tidak melakukan perjalanan mandiri tanpa berkoordinasi dengan petugas menjelang pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
- Imbauan ini dikeluarkan Kemenhaj menyusul meningkatnya mobilitas jemaah menjelang puncak ibadah haji.
- Langkah ini membantu menekan kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, meminta jemaah haji Indonesia tidak melakukan perjalanan mandiri tanpa berkoordinasi dengan petugas menjelang pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca juga: Detik-detik Hilangnya Jemaah Haji Jakarta di Makkah, Pamit Salat Jumat Hanya Bawa Gelang Haji
Menurutnya, langkah ini penting menyusul meningkatnya mobilitas jemaah menjelang puncak ibadah haji.
"Jemaah juga kami minta untuk tidak melakukan perjalanan mandiri tanpa koordinasi dengan petugas. Setiap pergerakan menuju Armuzna harus mengikuti skema yang telah ditetapkan demi menjaga ketertiban, keselamatan, dan kelancaran layanan bersama," kata Ichsan dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/5/2026),
Ia menjelaskan, kepatuhan terhadap arahan petugas penting untuk mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan di tengah padatnya aktivitas menjelang puncak haji.
Menurut Ichsan, jemaah dan petugas juga diminta saling memperhatikan satu sama lain, terutama jika melihat ada jemaah berjalan atau keluar sendirian.
Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Puncak Haji
"Kami mengimbau agar jemaah dan petugas saling memperhatikan jemaah lainnya, saling peduli, sapa, dan tanya jemaah yang jalan atau keluar sendirian. Jika tidak jelas, antarkan dan laporkan ke petugas terdekat," ujarnya.
Kepedulian antarsesama jemaah, kata Ichsan, dapat membantu menekan kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongan.
Hemat Tenaga, Jemaah Diimbau Banyak Istirahat dan Jaga Pola Makan
Selain itu, Ichsan mengingatkan jemaah mulai menghemat tenaga menjelang Armuzna dengan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, dan minum air yang cukup.
Pemerintah juga meminta jemaah mengikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, maupun petugas sektor selama berada di Tanah Suci.
Khusus bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu, Ichsan meminta agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas haji Indonesia.
"Petugas haji Indonesia hadir di lapangan untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci," pungkasnya.