Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jemaah Haji Diminta Tak Ambil Jalan Pintas ke Jamarat, Rawan Tersasar

Teaser: Kemenhaj meminta jemaah haji Indonesia tidak mengambil jalan pintas menuju Jamarat karena rawan tersasar saat kepadatan Mina.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
zoom-in Jemaah Haji Diminta Tak Ambil Jalan Pintas ke Jamarat, Rawan Tersasar
TRIBUNNEWS.COM/ANITA K WARDHANI/MCH 2024
JEMAAH HAJI DI MINA - Jemaah haji memadati lokasi Jamarat, tempat pelaksanaan lontar jumrah pada 10 Dzulhijjah 1445 H atau Minggu (16/6/2024). Pada musim haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah Indonesia tetap berada di jalur resmi menuju Jamarat untuk menghindari risiko tersasar di tengah kepadatan fase Mina. 
Ringkasan Berita:
  • Jemaah haji Indonesia diminta tetap memakai jalur resmi menuju Jamarat saat fase Mina.
  • Kemenhaj memperingatkan jalan pintas berisiko membuat jemaah tersasar di tengah kepadatan.
  • Sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina disiagakan di jalur lontar jumrah dan titik pantau.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah haji Indonesia tetap berada di jalur resmi saat menuju kawasan Jamarat di Mina, Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, meminta jemaah tidak mengambil jalan pintas karena berisiko tersasar di tengah kepadatan arus selama fase Mina.

"Kami imbau para jemaah untuk bisa dipastikan berada tetap pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang beresiko," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Jumat (29/5/2026).

Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga keselamatan jemaah sekaligus mengantisipasi kepadatan arus menuju lokasi lontar jumrah di Jamarat.

Jalur Resmi Jamarat

Maria mengatakan Kementerian Haji dan Umrah telah menyiagakan sejumlah pos untuk membantu mengarahkan jemaah menuju kawasan Jamarat.

Petugas di pos tersebut bertugas membantu pengaturan arus jemaah dan mengantisipasi kepadatan saat pelaksanaan lontar jumrah, yakni prosesi melempar jumrah dalam rangkaian ibadah haji.

"Jadi pos-pos tersebut bertugas mengarahkan jemaah haji Indonesia menuju ke Jamarat, membantu pengaturan arus serta pelaksanaan lontar jumrah untuk bisa mengantisipasi kepadatan," katanya.

Baca juga: Soal Jemaah Haji Tidak Dapat Tenda di Mina, Wamenhaj Beri Penjelasan Ada Perbedaan Data Syarikah

Rekomendasi Untuk Anda

Kementerian Haji dan Umrah juga menyiagakan 1.356 petugas Satuan Tugas (Satgas) Mina di sejumlah titik pantau dan jalur pergerakan jemaah selama fase puncak ibadah haji.

"Jadi total sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina disiagakan untuk mendukung layanan, pengawasan, pengaturan arus jemaah serta respon cepat di lapangan terhadap kebutuhan jemaah," ujarnya.

Ribuan Petugas Disiagakan

Pos pantau Satgas Mina ditempatkan di sejumlah titik strategis, antara lain di Jalan 616, Jalan 535, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, hingga gerbang terowongan Muaisim.

Selain itu, pos pemantauan juga ditempatkan di jalur pergerakan jemaah menuju Jamarat dan jalur kepulangan jemaah usai melaksanakan lontar jumrah.

Kepadatan arus jemaah menuju Jamarat menjadi salah satu perhatian utama pada fase Mina, terutama saat pelaksanaan lontar jumrah yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas