Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tenda di Mina dan Istitha'ah Kesehatan Jadi Catatan Evaluasi Menhaj untuk Haji 2027

Tenda di Mina dan istitha'ah kesehatan menjadi catatan evaluasi Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch Irfan Yusuf untuk ibadah Haji 2027 mendatang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tenda di Mina dan Istitha'ah Kesehatan Jadi Catatan Evaluasi Menhaj untuk Haji 2027
Media Center Haji 2026
TENDA DI MINA - Potret tenda jemaah haji di Mina yang diambil dari Jamarat atau lokasi melempar jumrah, Jumat (29/5/2026). 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch Irfan Yusuf menyoroti dua hal utama yang menjadi catatan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026, yakni kondisi tenda di Mina dan pelaksanaan istitha'ah kesehatan jemaah.

Menurut Gus Irfan, situasi di Mina masih memerlukan perhatian serius mengingat luas wilayah tidak bertambah, sedangkan jumlah jemaah haji selalu bertambah setiap tahun.

"Untuk Mina kemarin saya jauh dari puas, sehingga tahun depan harus kita cermati lagi bagaimana pergerakan di Mina," kata Gus Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH), di Makkah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026).

Selain persoalan Mina, Irfan juga menyoroti aspek kesehatan jemaah. 

Meski angka kematian jemaah haji Indonesia tahun ini menurun hampir separuh dibanding tahun sebelumnya, kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya memuaskan.

Pasalnya, masih terdapat sejumlah jemaah yang harus menjalani perawatan di rumah sakit sesaat setelah tiba di Arab Saudi.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan, pelaksanaan istitha'ah kesehatan masih perlu diperkuat di berbagai daerah.

"Kita belum terlalu signifikan dalam meningkatkan standar dari istitha'ah kesehatan, walaupun di berbagai daerah sudah bagus, mungkin ada beberapa daerah yang pelaksanaan istitha'ah kesehatannya kurang bagus," lanjut cucu pendiri NU tersebut.

Irfan menegaskan, faktor usia bukan menjadi penentu utama kelayakan seseorang untuk berhaji. Sebab, ada yang lebih penting yaitu kondisi kesehatan calon jemaah.

Ia mencontohkan, pada musim haji tahun ini terdapat jemaah berusia lebih dari 100 tahun yang tetap dapat berangkat karena memenuhi syarat kesehatan.

Baca juga: Jemaah Haji Padati Masjidil Haram, Laksanakan Tawaf Ifadah

Dia mengakui petugas kesehatan di lapangan kerap menghadapi tantangan sosial dan budaya ketika harus menyatakan seorang calon jemaah belum memenuhi syarat kesehatan, terutama jika yang bersangkutan telah menunggu antrean haji selama bertahun-tahun. 

"Ini memang sangat berkaitan. Kita paham mereka menunggu lama, tapi kita juga paham bahwa kita juga perlu orang-orang yang sehat," ujar Gus Irfan.

Ke depan, Kemenhaj berencana memperkuat pembinaan kesehatan calon jemaah sepanjang tahun. 

Sejumlah daerah bahkan telah mulai mengumpulkan calon jemaah yang diproyeksikan berangkat tahun depan untuk mendapatkan pembekalan, termasuk terkait istitha'ah kesehatan.

Irfan berharap pembinaan kesehatan yang dilakukan lebih awal dapat membantu memastikan jemaah yang berangkat benar-benar siap secara fisik menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. (*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas