Dua Ciri Haji Mabrur, Musyrif Diny: Tinggalkan Keburukan dan Perbanyak Kebaikan
Haji mabrur ditandai dengan perubahan perilaku setelah berhaji, yaitu meninggalkan keburukan dan konsisten melakukan kebaikan.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Febri Prasetyo
"Rata-rata ibadah yang didesain untuk kita seperti sholat, puasa, zakat, bahkan haji itu selalu pelaksanaannya bersifat personal, dia harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang baku, tetapi ukuran kesuksesannya adalah jelmaan aktivitas sosial," terangnya.
Beliau juga menekankan bahwa perubahan menuju haji mabrur tidak terjadi secara instan. Transformasi perilaku membutuhkan proses yang berkelanjutan dan tercermin dalam keseharian seseorang dalam jangka panjang.
Dengan demikian, haji mabrur bukan hanya tentang ritual yang sah, tetapi tentang konsistensi dalam menjaga kebaikan setelah kembali ke kehidupan normal.
Haji mabrur pada akhirnya tercermin dari perubahan nyata dalam sikap, perilaku, dan kontribusi sosial seseorang.
Dua ciri utama yang ditekankan, yaitu meninggalkan keburukan dan komitmen pada kebaikan, menjadi indikator penting yang dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim setelah menunaikan ibadah haji.
(Tribunnews.com/Latifah)