Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Tak Dikirim ke Indonesia, Justru ke Palestina? Ini Penjelasannya

Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan, sebanyak 195.326 jamaah haji Indonesia telah menyelesaikan kewajiban dam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Nuryanti
zoom-in Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Tak Dikirim ke Indonesia, Justru ke Palestina? Ini Penjelasannya
Media Center Haji 2026
HEWAN DAM - Pengunjung melihat pameran terkait pengelolaan penyembelihan hewan dam dan kurban oleh Adahi di Kantor Pusat Adahi, Makkah, Senin (1/6/2026). Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan, sebanyak 195.326 jamaah haji Indonesia telah menyelesaikan kewajiban dam, dengan rincian 135.367 jamaah menunaikan dam melalui program Adahi, 53.506 jamaah melalui lembaga resmi Indonesia, dan 6.453 jamaah melalui puasa. 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Daging dam dari jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M tidak dikirim ke Indonesia, melainkan didistribusikan ke sejumlah negara yang membutuhkan bantuan pangan, termasuk Palestina.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan, kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah mempertimbangkan berbagai kendala yang selama ini muncul dalam upaya pengiriman daging dam ke Indonesia, terutama terkait aturan karantina hewan.

Menurut Gus Irfan, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, proses pengiriman daging dari Arab Saudi ke Indonesia tidak mudah karena ketatnya regulasi yang diterapkan pemerintah untuk mencegah masuknya penyakit hewan menular.

"Karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya ketika mau dikirim ke Indonesia ternyata problemnya di karantina Indonesia yang sangat ketat untuk daging-daging dari luar," kata Gus Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH), Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, pengawasan tersebut diperlukan untuk melindungi Indonesia dari ancaman berbagai penyakit hewan, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK), yang dapat berdampak besar terhadap sektor peternakan nasional.

"Diperlukan puluhan tahun untuk bisa membersihkan itu dari Indonesia," ujar Gus Irfan.

Rekomendasi Untuk Anda

Selama mekanisme pengiriman daging dam ke Indonesia belum dapat dipastikan aman dan memenuhi seluruh ketentuan karantina, pemerintah memilih agar manfaat daging dam disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan di berbagai negara.

Salah satu negara yang menjadi prioritas penerima pada musim haji tahun ini adalah Palestina

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan komitmen kemanusiaan Indonesia untuk membantu masyarakat Palestina yang saat ini masih menghadapi krisis dan membutuhkan bantuan pangan.

Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, M. Afief Mundzir mengatakan, daging dam dari jemaah Indonesia yang dibayarkan melalui Program Adahi diprioritaskan untuk membantu masyarakat Palestina

Penyaluran tersebut dilakukan melalui mekanisme resmi yang dikelola Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Kemenhaj Siapkan Skema Khusus Pemulangan Cepat bagi Jemaah Haji yang Sakit

Program Adahi merupakan lembaga resmi Kerajaan Arab Saudi yang bertanggung jawab mengelola pembayaran dam, penyembelihan hewan, pengolahan daging, penyimpanan hingga distribusi kepada penerima manfaat di berbagai negara. 

Selain memastikan penyembelihan sesuai syariat Islam, program ini juga menjamin standar kesehatan dan distribusi yang terukur.

Berdasarkan data pembayaran dam jemaah haji Indonesia hingga 2 Juni 2026, tercatat sebanyak 195.326 dam telah ditunaikan. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas