Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lembar Demi Lembar Daun Pisang Antar Mbah Painah ke Tanah Suci

Kisah Mbah Painah akhirnya bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci dari hasil menjual daun pisang.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Lembar Demi Lembar Daun Pisang Antar Mbah Painah ke Tanah Suci
Media Center Haji 2026
SOSOK MBAH PAINAH - Mbah Painah, jemaah haji asal Wonosobo ditemani putra bungsunya, Sabar di Hotel 806 Wilayah Misfalah, Makkah, Minggu (7/6/2026). Mbah Painah berhaji dari hasil jualan daun pisang dengan cara berkeliling antar kampung. 

"Sugih (kaya)." Semua yang mendengar langsung tertawa. 

Lalu ia menambahkan kalimat yang mungkin menjadi rahasia kebahagiaan hidupnya selama ini.

"Nggih sugih slamet, sugih waras, nek sugih waras enten rezeki (Ya, selalu selamat, sehat, kalau sehat kan ada rezekinya)," ucapnya.

Enggan Dibadalkan

Semangat Mbah Painah selama menjalani ibadah haji turut mendapat perhatian dari Ketua Kloter YIA 22, Muhasyim.

Menurutnya, sejak masih di Tanah Air, petugas telah memberikan edukasi dan pendampingan khusus kepada jemaah lanjut usia agar mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah haji, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Petugas bahkan menawarkan skema badal lempar jumrah bagi jemaah lansia yang dikhawatirkan kelelahan atau memiliki risiko kesehatan.

Namun tidak sedikit jemaah lanjut usia yang memilih menjalankan sendiri prosesi tersebut, termasuk Mbah Painah yang bersikeras ingin menjalani seluruh rangkaian ibadah secara mandiri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Termasuk Mbah Painah ini. Sama sekali tidak mau dibadalkan karena merasa berangkat haji itu hanya sekali seumur hidup. Makanya beliau berusaha melaksanakan lempar jumrah mulai tanggal 10 sampai 12 Zulhijah secara mandiri," katanya.

Meski demikian, Muhasyim menegaskan petugas tetap menghormati keputusan jemaah selama kondisi kesehatannya memungkinkan.

"Kalau jemaah lansia merasa sehat dan sanggup, kami juga tidak bisa melarang. Yang penting kami terus mengedukasi dan mendampingi," ujar dia.

Di mata para petugas, semangat yang ditunjukkan Mbah Painah menjadi salah satu cerita yang paling membekas selama penyelenggaraan haji tahun ini.

"Semangatnya luar biasa. Mudah-mudahan beliau selalu sehat sampai nanti kembali ke Tanah Air," harapnya.

Kini, setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai dijalani, Mbah Painah sudah memikirkan satu hal yang sangat membumi: kembali berjualan.

Usaha jualan daun pisangnya memang sengaja dihentikan sementara selama ia berada di Tanah Suci

Namun begitu pulang ke Indonesia, Mbah Painah sudah berencana kembali menyusuri kampung-kampung seperti biasa.

Kembali mengantar daun pesanan pelanggan. Kembali berjalan kaki. Kembali bekerja.

Bedanya, kini ia pulang dengan satu mimpi yang telah tuntas ditunaikan. 

Sebuah mimpi yang dibeli bukan dengan kemewahan, melainkan dengan kesabaran, kerja keras, dan tabungan receh yang dikumpulkan selama bertahun-tahun. (*)

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas