Fadhlullah Meminta KOMINFO Memblokir Situs-situs Judi Online Yang Merebak di Aceh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online yakni Literasi Digital dengan mengusung tema: "Peran Generasi Muda dalam Menumbuhkan Semangat Nasionalisme di Media Digital", Rabu (17/8/2022) yang dikemas melalui platform zoom meeting. Seminar digital ini menghadirkan empat nara suber yang berkompeten dalam bidangnya yakni: Fadhlullah, S.E (Anggota Komisi I DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc (Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI), Zainal Arifin M Nur (Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia Group Banda Aceh) dan Muhammad Riza Nurdin, Ph.D (Peneliti di Asia-Japan Research Institute Ritsumelkan University). Seminar Literasi Digital ini merupakan inisiasi yang di dukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Sesi pemaparan diawali oleh pengantar dari Fadhlullah, yang menyampaikan "Di dunia digital anak muda harus bisa menguasai segala bidang, seperti yang kita ketahui bahwa banyak pemimpin-pemimpin banyak yang berasal dari kalangan anak muda, " jelas Fadhlullah. Fadhlullah Melanjutkan, "Perjalanan 17 tahun aceh tidaklah sebentar, bukan sesaat, tapi point-point yang di tandatangani pada perjanjian Helsinki belum terselesaikan, yang kita harapkan pada perjanjian tersebut adalah aceh memiliki undang-undang khusus yang menangani masalah-masalah yang ada di aceh. Pada kali ini juga saya mengajukan kepada pemerintah khususnya KOMINFO untuk pemblokiran situs-situs judi online yang merebak di Aceh, " lanjut Anggota Komisi I DPR RI ini dan mari kita selalu berdiskusi hingga di akhirnya nanti kita bisa mendapatkan ilmu yang dapat bermanfaat bagi kita selanjutnya. Di Era semakin maju bagaimana kita memanfaatkan media social sehingga kita dapat menghasilkan hal yang bermanfaat bagi pribadi kita dan juga bermanfaat bagi masyarakat yang lain nya. Selanjutnya sambutan Semuel Abrijani Pangerapan, menyampaikan bahwa, "Sebagai mana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi. Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerja sama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia. Salah satu pilar penting yang mendukung wujudnya agenda trasnformasi digital adalah menciptakan masyarakat digital dimana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting didalamnya. Sebagai tingkat paling dasar, literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi teknologi saat ini untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi secara offline dan juga cermat dalam menggunakannya. Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia, " jelas Semuel dalam sambutannya. Dilanjutkan paparan materi Zainal Arifin M Nur, menyatakan bahwa "Nasionalisme merupakan sebuah paham untuk mencintai bangsa dan negara yang harus ditumbuhkan. Kata nasionalisme dibagi menjadi arti luas dan sempit. Arti luas dari kata nasionalisme adalah menjelaskan rasa cinta dan bangga pada tanah air, tanpa memandang rendah bangsa lain, sedangkan arti sempit dari nasionalisme, merupakan perasaan cinta yang tinggi pada tanah air, tetapi memandang rendah bangsa lain, " jelas Zainal. Masih kata Zinal, "Tujuan dari nasionalisme itu sendiri adalah memberi identitas suatu bangsa. Kata nasionalisme muncul di banyak negara yang memiliki tujuan menghilangkan tuntutan yang berlebihan dari individu atau kelompok yang tinggal disebuah negara, menjamin kemauan dan mempertahankan warga negara untuk melawan musuh dari luar, sehingga konsep nasionalisme ini menghasilkan semangat rela berkorban. Tidak dapat dipungkiri semangat jiwa nasionalisme pada Sebagian generasi muda mulai sedikit terkikis. Kondisi masyarakat yang dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi pihak terkait untuk membentengi generasi muda penerus bangsa dari berbagai pengaruh negative globalisasi dan digitalisasi, untuk menanggulangi hal tersebut dibutuhkan Tindakan terkoordinasi agar semangat nasionalisme atau jiwa nasionalisme pada generasi muda bisa tertancap dengan kokoh sehingga nilai-nilai kebangsaan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, " katanya. "Nah tentunya, generasi muda, sebagai garda terdepan pada era digital harus mampu menjadi duta yang menanamkan nilai-nilai di ruang digital. Generasi muda harus mengkampanyekan pentingnya multi kulturalisme dan kebhinekaan, serta memahami cara melestarikan Bahasa daerah, seni dan budaya dalam ruang digital. Generasi muda juga harus mendorong peri laku mencintai produk dalam negeri, serta memahami hak atas akses kebebasan berekspresi dan hak atas kekayaan intelektual dalam dunia gital. Selain memperbanyak konten-konten positif yang bisa menumbuhkan semangat nasionalisme, kita perlu juga memberikan apresiasi terhadap orang-orang yang menyebarkan konten-konten positif di ruang digital, " tandas Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia ini. Sebagai penutup paparan Muhammad Riza Nurdin, menyampaikan "Lebih dari 50% penduduk Indonesia adalah generasi muda. Pada tahun 2012 – 2035 Indonesia diperkirakan memasuki masa bonus demografi. Pada tahun 2030 Indonesia akan memiliki jumlah penduduk dengan usia produktif mencapai 64% dari total penduduk Indonesia. Generasi muda adalah modal dan kekuatan besar bagi bangsa Indonesia. Nasionalis memenjadi bagian penting. Berdasarkan hasil survei International NGO Forum on Indonesian Development pada tahun 2020: anak muda memiliki nasionalisme yang tinggi di karenakan memiliki 3 alasanya itu keragaman suku, agama dan saling menghormati, masyarakat yang ramah dan saling membantu, alam yang indah, " jelas Riza Nurdin. "Sedangkan tantangan generasi muda terkait nasionalisme adalah 12,2% masyarakat Indonesia berpotensi terpapar radikalisme sekitar 80% dari persentase tersebut merupakan milenial atau umur 20-39 tahun. Penyalah gunaan platform media social untuk membangun sentiment-sentimen, termasuk hoax dan ujaran kebencian untuk melemahkan nasionalisme. Menumbuhkan semangat nasionalisme. Meningkatkan literasi digital, terutama budaya digital. Budaya digital adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari dan digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK. Dengan status sebagaimayoritaspendudukindonseia dan pengguna internet, generasimudamemilikikekuatan dan peran besar dalam menumbuhkan nasionalisme kebangsaan diera digital, " tutup Muhammad Riza Nurdin, Peneliti di Asia-Japan Research Institute Ritsumelkan University ini. Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melakukan literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia. //xis
#Webinar Kemenkominfo
#Fadhlullah Anggota DPR Komisi I
#Semuel Abrijani Pangerapan Dirjen Kemenkoinfo
#Zainal Arifin M Nur Pemred Serambi Indonesia
