M Yahya Zaini, Percepatan Penurunan Stunting Makin Digencarkan Oleh Pemerintah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan seminar mengangkat tema "Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja" di Provinsi DKI Jakarta, Rabu (30/11/2022) diikuti 175 pesertal. Seminar menghadirkan tiga pembicara yang mumpuni dibidangnya yaitu: M. Yahya Zaini, S.H (Anggota Komisi IX DPR RI), Ir. Mila Rahmawati, M. Si (Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Pendudukan - BKKBN Pusat) dan Drs. Ibni Sholeh, M.Si (Kepala Bidang Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta. Acara diawali paparan M Yahya Zaini menjelaskan. "Salah satu program yang digencarkan oleh Pemerintah adalah penurunan stunting karena angka stunting di Indonesia masih diatas rata-rata yang digariskan oleh WHO yaitu dibawah 20% dan pada tahun 2021, angka stunting di Indonesia masih diatas 20% yaitu 24,4%. Dalam hal ini terdapat 4 bayi yang lahir dan 1 diantaranya adalah anak yang mengalami stunting. Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting makin digencarkan oleh pemerintah, khususnya BKKBN Pusat, " jelas M Yahya dalam paparannya. Dilanjutkan paparan materi Mila Rahmawati, menjelaskan, "Mitra kerja dalam penurunan angka stunting ada 3 yaitu Ibu hamil, calon pengantin dan bayi dibawah 2 tahun. Sedang sumber stunting ada 2 yaitu kesehatan yang tidak optimal dan makanan yang asupan gizinya kurang. Program posyandu yang digencarkan juga sangat penting bagi para ibu, oleh karena itu diharapkan saat posyandu berlangsung, hendaknya tiap ibu turut hadir secara berkala, " jelas Mila. Mila Rahmawati juga menyampaikan. "BKKBN sedang bekerja sama dengan Kementrian Agama untuk mengedukasi calon pengantin bahwa sebelum menikah perlu melakukan cek kesehatan berupa tinggi badan, berat badan dan lingkar lengan minimal 23,5 untuk memantau apakah calon pengantin termasuk kedalam kategori ideal, kurus ataupun gemuk, " jelasnya. "Stunting adalah pertumbuhannya terhambat baik fisik maupun perkembangan otaknya sehingga pada usia 45 keatas, anak akan mudah terserang penyakit seperti stroke, darah tinggi, jantung dll. Oleh karena itu, BKKBN memiliki program elektronik siap nikah dan siap hamil," Selain itu Ibu Mila menjelaskan juga bahwa sebelum menikah, remaja putri harus memiliki gizi yang baik untuk memperoleh keturunan yang baik dan bagi remaja putra diwajibkan untuk berhenti merokok agar sperma yang dihasilkan sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Paparan terahir oleh Ibni Sholeh menjelaskan. "Stunting merupakan kondisi anak gagal tumbuh dan kondisi kecerdasannya gagal kembang. Gagal tumbuh dalam konteks ini adalah lebih pendek tinggi badan pada usia anak dan gagal kembang kecerdasannya adalah lambat perkembangan otaknya, " kata Ibni Sholeh. Dalam paparannya Ibni menyebutkan bahwa dalam UU No. 52 tahun 2009 memiliki tujuan bahwa keluarga agar berkualitas, dengan adanya keluarga berkualitas maka stunting tidak akan ada. Menurut Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 9 yang memiliki arti “bahwa hendaklah orang-orang takut jika meninggalkan keturunan anak cucu yang lemah”, lemah dalam arti disini adalah apabila lemah fisiknya maka akan terkena paparan penyakit lebih banyak, lemah ilmu akan menyebabkan anak menjadi orang bodoh. "Oleh karena itu, diharapkan para orangtua mampu untuk berusaha agar kehidupan anak dipenuhi dengan gizi yang baik untuk tumbuh dan kebiasaan belajar yang baik untuk kecerdasan otak, " terang Ibni Sholeh. Kegiatan ini merupakan dukungan BKKBN terhadap strategi peemrintah dalam percepatan penurunan Stunting yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, remaja dan masyarakat terhadap Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting dengan integrasi edukasi secara efektif, konvergen dan terintegrasi melalui komitmen penentu kebijakan (Stakeholders) dan pemangku kepentingan (mitra kerja) dengan melibatkan lintas sektor di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota. Adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat memiliki pengetahuan terhadap stunting dan mampu menerapkannya sebagai dukungan kepada pemerintah untuk mewujudkan percepatan penurunan stunting. //xis
#M Yahya Zaini Anggota Komisi IX DPR RI
#Mila Rahmawati Direktur BKKBN Pusat
#Ibni Sholeh
#kasus stunting
