Koleksi Museum Kalbar
Alat tenun suku Dayak, satu di antara koleksi yang di tampilkan di ruang budaya, lantai dua Museum Kalbar, Jl Jend A Yani, Pontianak. alat tenun seperti ini lazim di gunakan oleh masyarakat Dayak dalam pembuatan kain tenun. teknik lungsi yang di pasang pada tangga ubung ini dipersiapkan untuk merancang atau menerapkan pola hias yang diikat dengan daun limbak yang sudah kering kemudian di celupkan dengan warna alami dari bilah maupun dari kulit tumbuh-tumbuhan, setelah itu baru di pasang kembali pada alat tenun untuk di kombinasikan dengan jaringan pakan (jengkuan) ke kanan dan ke kiri di atas kaki penenun. alat tenun ini terdiri dari jengkuan, alat untuk memasukan benang pakan yang akan dimasukan ke lungsi, Lidi, alat untuk mengatur lidi agar teratur seperti yang di inginkan, karap untuk merapikan benang, kayu bulat (tuil) alat untuk mengendorkan dan mengencangkan benang, kayu penahan atau kulit kayu untuk menahan pinggang belakang penenun agar lungsi dapat di bentangkan dengan kuat. alat penahan ini disebut juga dengan sengkabit. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
