Seberapa Penting Belanda bagi Indonesia?
Konon Indonesia penting bagi Belanda, dan Belanda penting bagi Indonesia. Di bawah ini perbandingan status, ekonomi dan pariwisata.
Editor:
Iswidodo
Status Warga Indonesia
Kedudukan warga Indonesia menurut definisi dua lembaga resmi Belanda, Biro Pusat Statistik dan Dinas Imigrasi, ternyata berbeda.
Centraal Bureau voor de Statistiek, atau Biro Pusat Statistik Belanda, mengkategorikan warga Indonesia sebagai pendatang dari negara Barat. Termasuk dalam kategori ini orang yang berasal dari negeri Eropa lain dan Amerika Utara, serta Jepang.
Warga Indonesia, menurut BPS Belanda tidak termasuk pendatang asing bukan ‘Barat’. Lucunya, pendatang asal Turki, yang sebagian dari wilayahnya termasuk benua Eropa, dikategeorikan sebagai ‘Bukan Barat’.
Sementara itu, Immigratie- en Naturalisatiedienst (IND), atau Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda menerapkan ketentuan lain.
Untuk berkunjung ke Belanda, warga negeri Eropa, Amerika Utara atau Jepang, tidak perlu mengurus visa masuk. Dalam urusan ini, warga Indonesia, untuk bisa masuk harus memenuhi berbagai persyaratan dan terlebih dulu mengajukan permohonan visa. Sebagaimana halnya warga asal Bangladesh, Myanmar, Somalia atau Haiti.
Warga negara beberapa tetangga Indonesia, seperti misalnya Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura, boleh datang ke Belanda tanpa harus minta visa masuk. Demikian ditulis radio netherland, Senin (4/10/2010) waktu setempat.
Ekonomi
GDP Belanda tahun 2009 (dalam juta) 792.128 Dolar AS, penduduk total 16,4 juta jiwa dan luas cuma 41.526 km persegi. Indonesia, GDP 540.277 juta Dolar AS, jumlah penduduk 227,3 juta orang dan luas 1.904.569 km persegi.
Menurut data Bank Dunia, GDP Belanda berada pada ranking ke 16, sementara Indonesia ke 18. Tapi, jika menghitung pendapatan per kapita, Belanda berada pada peringkat 14, sementara Indonesia 144.
Nilai total expor dari Indonesia ke Belanda, selama periode Januari – Oktober 2009 mencapai 2,95 milyar USD.
Ekspor Indonesia ke Belanda (10 besar)
Minyak kelapa sawit /CPO 276,46
Timah batangan 237,26
Peralatan transmisi radio 162,68
Furnitur 119,83
Produk besi dan baja 72,32
Kopra 147,95
Mesin pemroses data otomatis 134,88
Batubara 113,34
Mesin percetakan 62,38
Kayu untuk lantai dsb 58,21
Total 1,39 milyar USD (49,96%)
Investasi Belanda di Indonesia (2006 – 2009)