Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

TKI Perawat di Jepang Selamat

Berdasarkan data BNP2TKI, TKI perawat Indonesia di Jepang dalam keadaan selamat

Penulis: Alie Usman
Editor: Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat menegaskan, seluruh TKI Perawat yang berada di daerah-daerah terkena tsunami di Jepang dinyatakan selamat. Berdasarkan data BNP2TKI, terdapat 35 TKI yang tercatat terbang ke Jepang lewat program G to G BNP2TKI berada di lima wilayah merah di Jepang, yaitu Miyagi, Aomori, Iwate, Ibaraki, dan Fukushima.

Di wilayah Miyagi, BNP2TKI mencatat terdapat sembilan orang TKI perawat, termasuk di antaranya satu orang TKI yang berada di kota sendai, Ibu Kota Prefektur Miyagi. Sedangkan di wilayah Aomori, terdapat 12 TKI, wilayah Iwate dua orang TKI, wilayah Ibaraki delapan orang TKI, serta wilayah Fukushima terdapat empat orang TKI. Kesemuanya diketahui dalam keadaan selamat dan terpantau.

"Pada umumnya mereka juga sudah menghubungi keluarganya di tanah air setelah peristiwa gempa di Jepang melalui telepon maupun email," kata Jumhur melalui pesan singkat, Kamis (17/3/2011).

Menurutnya, penempatan ke 35 TKI perawat di lima daerah terkena tsunami Jepang tersebut dilakukan BNP2TKI sejak 2008 sampai dengan 2010. Sebagian para TKI perawat yang ada di 5 Prefektur terkena bencana sudah dievakuasi oleh tim relief KBRI Tokyo.

Dengan demikian, keberadaan seluruh TKI di Jepang yang tersebar di 45 Prefektur dari 47 Prefektur di Jepang sejauh ini dinyatakan dapat terpantau dalam keadaan selamat.

Disebutkan, dari jumlah keseluruhan TKI, sebanyak 686 TKI perawat yang berada di lima daerah/prefektur terkena bencana tsunami, dan sempat dinyatakan hilang, kini telah diketemukan seluruhnya. Mereka merupakan TKI yang dikirim ke Jepang lewat program kerjasama pemerintah, antara Indonesia-Jepang melalui BNP2TKI dengan JICWELS/Japan Corporation and Welfare Service.

"Mereka akan terus mengikuti programnya hingga selesai dengan kontrak kerja selama tiga tahun setelah penempatan kerja di rumah sakit ataupun panti jompo yg ada di Jepang. Info selamat ini kami himpun berdasarkan laporan JICWELS, KBRI Tokyo, dan penelusuran ke rumah keluarga perawat di berbagai daerah di tanah air," ujar Jumhur.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas