Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Simak! Pelacur Terkaya Pun Tidak Bahagia atas Pekerjaannya

Meski telah menghasilkan banyak uang dan harta dari profesi sebagai pelacur kelas atas, Paige Ashley mengaku tidak bahagia atas apa

Penulis: Danang Setiaji Prabowo

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Meski telah menghasilkan banyak uang dan harta dari profesi sebagai pelacur kelas atas, Paige Ashley mengaku tidak bahagia atas apa yang ia dapat.

Sebagai seorang lady escort (wanita pendamping), Ashley telah menghasilkan rumah mewah di London Utara, mobil sport, simpanan uang di bank sebesar 300 ribu poundsterling (sekitar Rp 4,2 miliar), dan beberapa kali operasi plastik yang menghabiskan uang miliaran. Ragam kecukupan materi tersebut menjadikannya sebagai seorang PSK terkaya.

BACA: Cara Mudah Menaikkan Gairah Seks si Dia

Ashley awalnya tidak berniat menjadi seorang wanita panggilan, namun hal tersebut harus ditempuhnya sejak dirinya bercita-cita menjadi pengacara namun orang tuanya mengatakan tidak ada biaya untuk menyekolahkannya ke universitas.

"I've made £ 300.000 as a hooker. But I wouldn't say I was happy (saya menghasilkan 300 ribu poundterling sebagai pelacur. Tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa saya bahagia)," ujar Ashley seperti dikutip dari newsoftheworld.co.uk.

Ashley pun menerangkan pertama kali dirinya terjun ke dunia esek-esek tersebut setelah seorang temannya mengajaknya untuk bergabung ke dalam agensi lady escort di London.

Pertama "bekerja", Ashley menilai pekerjaan tersebut jauh dari kemewahan.

Klien pertamanya adalah seorang pengacara gendut yang berasal dari Travelodge.

Rekomendasi Untuk Anda

Usai bercinta, Ashley menceritakan pengacara tersebut ngorok di atas tubuhnya yang terlentang dengan mulutnya yang bau.

Walaupun begitu, Ashley tetap "bersyukur" karena setidaknya mendapat uang.

Pengalaman tidak menyenangkan lainnya yang dialami Ashley adalah melayani kliennya di hotel yang penuh kecoa. 

Saat itu kliennya memaksa masuk ke dalam pakaiannya sebelum berhubungan seks.

Setelah dua bulan menekuni pekerjaannya, Ashley telah mengantongi uang sebesar 2 ribu poundsterling atau saat itu sekitar Rp 28 juta.

Awalnya dengan uang tersebut ia ingin mendaftar ke universitas, namun urung dilakukan karena ada agensi lain yang menawarkan penghasilan 5.000-10 ribu poundsterling per booking dan berkesempatan berkeliling dunia.

Berpindah agensi membuat Ashley mulai menemui klien berkelas.

Saat itu dia melayani pebisnis Amerika yang mengajaknya makan malan di restoran Michelin di Mayfair, London.

Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas