Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bekas Penjara Jadi Harta Wisata

SATU di antara tempat tujuan wisata favorit di Hobart, Tasmania, adalah Port Arthur. Bekas penjara tua dengan segala

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Anwar Sadat Guna

Para tahanan itu berasal dari Australia, Inggris dan Kanada. "Port Arthur juga menjadi industri perkayuan, sehingga para tahanan itu diperkerjakan sebagai buruh untuk pemerintah," jelas David Roe.

Selain bekerja di industri perkayuan, para tahanan juga bekerja membuat sepatu, galangan kapal, membuat paku, dan pakaian.

Ada dua tempat penjara, umum dan khusus penjahat-penjahat kelas kakap. Ada juga penjara untuk anak-anak.

Reputasi Dr David Roe sangat baik, ia pernah terlibat dalam penelitian arkeologi di Inggris, Portugal, Rusia, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Pitcairn Island dan Australia.

Kini, setelah tak lagi digunakan sebagai penjara, Port Arthur semakin ramai dikunjungi turis mana saja. Beberapa turis mancanegara juga tertarik datang. "Saya bahkan bertemu rombongan dokter dari Jakarta yang menyempatkan diri mengunjungi tempat ini," tutur David Roe.

Selain menyuguhkan sisa-sisa bangunan penjara, kapel, gereja, kantor polisi dan lainnya, pemerintah setempat membangun kafe dan pusat suvenir.

Pengunjung juga bisa mengunjungi Isle of the Dead, pulau kecil di tengah laut yang menjadi makam.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika bernyali, Anda bisa mengikuti Historic Ghost Tours. Tur ini dilakukan malam hari menelusuri penjara gelap menggunakan lampu lentera. Beberapa kesaksian dan foto tentang hantu dipasang dekat pintu masuk pembelian tiket. (Tribun Pontianak/Stefanus Akim)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas