Dua Wanita AS Dideportasi dari Bahrain
Dua wanita Amerika ditangkap karena melakukan aksi protes di Bahrain ,telah dideportasi.
Penulis:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM BAHRAIN -Dua wanita Amerika ditangkap karena melakukan aksi protes di Bahrain ,telah dideportasi.
Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri
AS Harry Edwards yang dilansir CNN News kedua wanita bernama Huwaida Arraf dan Radhika Sainath telah meninggalkan Bahrain Minggu pagi.
Menurut Kelompok advokasi Bahrain keberadaan kedua wanita pengacara HAM di negara itu sebagai bagian dari upayanya untuk memantau siituasi yang terjadi.
.
Suami Arraf salah satu dari wanita yang dideportasi Adam Shapiro , mengatakan melalui telepon ketika istrinya tiba di Bandara Heathrow London. Dia memberitahukan bahwa mereka dideportasi tanpa barang-barang dan tangan mereka diborgol ke belakang punggung dalam penerbangan kata Shapiro, yang berbicara dari Irlandia.
Kedua perempuan diharapkan tiba di New York City pada Minggu malam.
Arraf dan Sainath tiba di Bahrain beberapa hari lalu dan memperoleh visa turis, menurut kantor berita milik pemerintah Bahrain.
Kantor berita itu mengatakan ,mereka ditangkap Sabtu siang oleh otoritas di Manama,
Shapiro mengatakan, kedua wanita dituduh berada di pertemuan ilegal, karena protes mereka di tidak dianggap hukum, serta memberikan alasan palsu untuk memasuki daerah. Dia mendasarkan account yang pada pembicaraan dengan para pejabat kedutaan AS.
Arraf memberikan pernyataan kepada polisi dalam bahasa Inggris yang ditulis dalam bahasa Arab, kata suaminya. Dia menolak menandatangani pernyataan itu karena tidak diterjemahkan kembali ke bahasa Inggris, menurut Shapiro.