Ulama Radikal Inggris Dibebaskan
etelah menjalani hukuman selama enam tahun, ulama radikal yang dianggap paling berbahaya di Inggris, Abu Qatada dilepaskan dari penjara dengan
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM - Setelah menjalani hukuman selama enam tahun, ulama radikal yang dianggap paling berbahaya di Inggris, Abu Qatada dilepaskan dari penjara dengan keamanan tingkat tinggi di Long Lartin, Evesham, Inggris, hari ini, Selasa (14/2/2012).
Kendati sudah dibebaskan, namun hak asasi Abu masih dibatasi. Ia diberi kebebasan dengan sejumlah syarat, juga dengan pengawasan ketat.
Kendati berada di luar penjara, ia hanya mempunyai waktu dua jam sehari, untuk keluar dari kediamannya, sementara 22 jam sisanya harus ia habiskan di dalam rumahnya.
Ia juga dilarang pergi ke masjid, memimpin shalat, mengeluarkan pernyataan, dan bertemu dengan 27 orang yang ada dalam daftar pengawasan Pemerintah.
Beberapa larangan itu belum semuanya, ia juga tidak diperbolehkan menggunakan telepon genggam, dan internet, bahkan hanya mengantarkan anaknya pergi ke sekolah.
Sebelumnya, Pemerintah Inggris menemukan sebuah video yang merekam perkataan Abu yang menganjurkan kekerasan. Video itu ditemukan di sebuah apartemen milik salah satu pelaku pengeboman Menara Kembar di Amerika Serikat (AS), 11 September.
Pemerintah Inggris juga menuding Abu, kerap memberikan nasihat dan arahan kepada para 'pengantin' yang merencanakan serangan bom bunuh diri.
Sementara Abu menjalani hukuman di Inggris, Pengadilan Yordania memvonis Abu Qatada secara in absentiaatas keterlibatannya dalam rencana aksi terorisme.
Kantor Perdana Menteri Inggris, mengaku tengah mempertimbangkan opsi mengirim Abu Qatada ke luar Inggris.
"Kami akan melakukan segala upaya untuk melindungi masyarakat. Kami memiliki komitemen untuk mendeportasinya ke luar Inggris," kata juru bicara Kantor Perdana Menteri Inggris. (BBC)