Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ulama Radikal Inggris Dibebaskan

etelah menjalani hukuman selama enam tahun, ulama radikal yang dianggap paling berbahaya di Inggris, Abu Qatada dilepaskan dari penjara dengan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM - Setelah menjalani hukuman selama enam tahun, ulama radikal yang dianggap paling berbahaya di Inggris, Abu Qatada dilepaskan dari penjara dengan keamanan tingkat tinggi di Long Lartin, Evesham, Inggris, hari ini, Selasa (14/2/2012).

Kendati sudah dibebaskan, namun hak asasi Abu masih dibatasi. Ia diberi kebebasan dengan sejumlah syarat, juga dengan pengawasan ketat.

Kendati berada di luar penjara, ia hanya mempunyai waktu dua jam sehari, untuk keluar dari kediamannya, sementara 22 jam sisanya harus ia habiskan di dalam rumahnya.

Ia juga dilarang pergi ke masjid, memimpin shalat, mengeluarkan pernyataan, dan bertemu dengan 27 orang yang ada dalam daftar pengawasan Pemerintah.

Beberapa larangan itu belum semuanya, ia juga tidak diperbolehkan menggunakan telepon genggam, dan internet, bahkan hanya mengantarkan anaknya pergi ke sekolah.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris menemukan  sebuah video yang merekam perkataan Abu yang menganjurkan kekerasan. Video itu ditemukan di sebuah apartemen milik salah satu pelaku pengeboman Menara Kembar di Amerika Serikat (AS), 11 September.

Pemerintah Inggris juga menuding Abu, kerap memberikan nasihat dan arahan kepada para 'pengantin' yang merencanakan serangan bom bunuh diri.

Sementara Abu menjalani hukuman di Inggris, Pengadilan Yordania memvonis Abu Qatada secara in absentiaatas keterlibatannya dalam rencana aksi terorisme.

Kantor Perdana Menteri Inggris, mengaku tengah mempertimbangkan opsi mengirim Abu Qatada ke luar Inggris.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami akan melakukan segala upaya untuk melindungi masyarakat. Kami memiliki komitemen untuk mendeportasinya ke luar Inggris," kata juru bicara Kantor Perdana Menteri Inggris. (BBC)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas