Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Usai Digempur AS, Iran Kunci Selat Hormuz: Kapal yang Nekat Melintas Bakal Ditembak

Iran resmi tutup Selat Hormuz usai digempur AS. Kapal yang nekat melintas terancam ditembak, dunia kini khawatir krisis energi global pecah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Iran menyatakan seluruh kapal tanker minyak dan kapal komersial dilarang melintas di Selat Hormuz setelah AS menggempur fasilitas militer Iran dekat Selat Hormuz.
  • AS mengonfirmasi serangan terbaru dilakukan sebagai respons atas agresi Iran. Presiden Donald Trump juga menuding Iran mempermainkan negosiasi damai 
  • Penutupan jalur ini dikhawatirkan memicu lonjakan harga minyak, gangguan perdagangan internasional, hingga ancaman inflasi global.

TRIBUNNEWS.COM - Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz menyusul gelombang serangan terbaru Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas militer Iran pada Kamis (11/6/2026).

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Komando Khatam al-Anbiya, komando militer gabungan tertinggi Iran.

Dalam pernyataannya, Iran menyebut Selat Hormuz kini “sepenuhnya tertutup untuk semua jenis kapal”, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial.

Iran juga mengeluarkan ancaman keras terhadap seluruh kapal yang mencoba melintasi jalur strategis tersebut.

Teheran menegaskan setiap kapal yang nekat melewati Selat Hormuz akan dianggap sebagai target militer dan siap ditembak.

“Semua lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz akan menjadi sasaran,” demikian isi pernyataan militer Iran, dikutip dari Reuters.

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak hanya itu, Iran meminta seluruh kapal yang berada di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman untuk tetap berada di lokasi berlabuh dan tidak mendekati area Selat Hormuz.

Menurut pihak militer Iran, mendekati wilayah tersebut akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat.

Situasi di kawasan semakin memanas setelah Angkatan Laut Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang dua kapal yang mencoba melintas secara ilegal di Selat Hormuz.

Informasi tersebut disampaikan melalui televisi pemerintah IRIB dan kantor berita Mehr.

Namun hingga kini belum ada penjelasan rinci terkait identitas kapal maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.

Langkah Iran ini menunjukkan bahwa ancaman militer yang sebelumnya disampaikan kini mulai diterapkan secara nyata di lapangan.

Serangan Baru AS Jadi Pemicu

Adapun penutupan total Selat Hormuz oleh Iran terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan baru terhadap sejumlah target militer Iran pada Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Wamenlu RI Pastikan Pasokan Minyak Indonesia Aman

Serangan terbaru tersebut dilaporkan menyasar sistem pertahanan udara, radar, hingga fasilitas militer penting Iran di wilayah selatan yang berada dekat Selat Hormuz bahkan ledakan besar terdengar di sejumlah kawasan pesisir selatan negara itu.

Pemerintah Amerika Serikat mengakui serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas aksi Iran yang disebut terus melakukan agresi di kawasan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas