Hillary Nasehati Aung San Suu Kyi
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menasehati pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi,
Penulis:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menasehati pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi, yang akan bergabung dengan parlemen untuk pertama kalinya bahwa itu tidak mudah.
Mantan ibu negara dan senator yang mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat pada 2008, Hillary memuji Suu Kyi saat pemutaran perdana "The Lady", sebuah film biografi tentang pemenang Nobel Perdamaian itu karya sutradara Prancis Luc Besson, di Amerika Serikat menurut Mail Online
"Saya katakan padanya di salah satu percakapan telepon kami baru-baru ini dia berubah dari sebuah ikon menjadi seorang politikus. Saya telah melakukan hal yang sama dan sampai batas tertentu, saya tahu bahwa itu tidak mudah," kata Hillary.
"Sekarang anda bergabung dengan parlemen dan anda mulai kompromi, itulah demokrasi. Ini bukan kata yang kotor," kata Hillary saat pemutaran perdana di kantor pusat Asosiasi Film Amerika.
Hillary mengatakan Suu Kyi nantinya akan harus bekerja sama dengan orang lain. "Beberapa di antaranya sangat tidak anda setujui pendapatnya," ujar Hillary.
"Tapi itu adalah bagian dari komitmen yang anda buat untuk sebuah proses demokrasi, bahkan jika proses itu rentan seperti yang sedang dilakukan oleh para pemimpin dan rakyat Burma saat ini," katanya, merujuk ke nama lama Myanmar.
Suu Kyi, yang telah menghabiskan sebagian besar dari dua dasawarsa terakhir dalam tahanan rumah, memenangkan kursi pertamanya di parlemen pada pemilihan umum April yang merupakan contoh nyata dari tanda reformasi oleh Presiden Thein Sein.
Hillary pekan lalu mengumumkan seperangkat imbalan untuk mendorong reformasi lebih lanjut di Myanmar, termasuk mengurangi pembatasan Amerika Serikat pada investasi dan jasa keuangan di negara yang kaya sumber daya tapi miskin itu.
Hillary, yang bertemu Suu Kyi untuk pertama kalinya dalam kunjungan yang bersejarah pada bulan Desember di Yangon, mengulangi harapannya atas suatu tindakan lebih lanjut dari Myanmar, termasuk pembebasan tahanan politik dan penyelesaian konflik etnis.
"Itu adalah sesuatu yang kami ikuti dengan cermat namun penuh harapan," kata Hillary mengenai hubungan Amerika Serikat dengan Myanmar.
Baca tanpa iklan