Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Mantan tahanan Guantanamo dapat royalti buku

Mantan tahanan Teluk Guantanamo David Hicks dapat menikmati royalti dari bukunya sesuai keputusan pengadilan Australia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
david hicks

Dalam bukunya David Hicks menyatakan ia mengaku bersalah hanya untuk bisa lolos dari Guantanamo

Mantan tahanan Teluk Guantanamo David Hicks dapat menikmati royalti dari bukunya setelah kejaksaan Australia menutup kasus permohonan penyitaan pendapatan dari buku tersebut.

Kasus itu diadjukan oleh pemerintah dibawah undang-undang yang melarang keuntungan dari kejahatan.

Buku Hicks, berjudul Guantanamo, My Journey, bercerita tentang penahanannya di penjara Kuba itu.

Ia menghabiskan lima tahun di sana sebelum mengaku bersalah karena memberikan dukungan materi untuk terorisme.

Hicks dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dikurangi sembilan bulan. Ia dikembalikan ke Australia untuk menjalani hukumannya.

Direktur Penuntutan Publik (DPP) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Hicks telah "mempertanyakan diterimanya dokumen-dokumen" yang mencatat pengakuan bersalahnya di AS dan telah "memberikan materi bukti yang sebelumnya tidak ada."

DPP telah "memutuskan bahwa kami tidak berada dalam posisi untuk....memuaskan pengadilan bahwa penerimaan itu harus didasarkan dan diputuskan bahwa proses ini tidak seharusnya dilanjutkan," kata pernyataan itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Pengacara Hicks berargumen bahwa hukum yang melarang kriminal menghasilkan uang tidak dapat diterapkan padanya karena penetapan statusnya sebagai kriminal oleh komisi militer AS tidak sah.

Di luar pengadilan, Hicks mengatakan ia berharap "bahwa kini pemerintah Australia mengakui bahwa Teluk Guantanamo dan segala sesuatu yang terkait dengannya ilegal."

Tahun lalu, pengadilan di New South Wales membekukan dana perwalian berisi keuntungan dari bukunya.

Diterbitkan tahun lalu, buku itu dilaporkan sudah terjual 30.000 kopi. Buku itu juga bercerita mengenai masa-masa saat ia tumbuh dewasa di Adelaide dan saat ia memeluk agama Islam.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas