Semua Masalah Palestina ke Wali Kota Usia 15 Tahun Ini
Lain ladang lain belalang, beda Indonesia beda Palestina.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lain ladang lain belalang, beda Indonesia beda Palestina. Peribahasa itu mungkin tepat menggambarkan kondisi masyarakat di Indonesia dan Palestina.
Di Indonesia, yang masyarakatnya relatif lebih melek hukum, segala persoalan yang terjadi di masyarakat dibawa ke meja hijau. Beda di Palestina, segala persoalan dibawa ke wali kota tempat mereka tinggal.
Itu tentu saja memusingkan Bashaer Othman (15), gadis remaja yang sempat menjabat Wali Kota Allar, Tulkarm, Tepi Barat, Palestina.
"Salah satu masalah terberat adalah memuaskan penduduk kota. Apalagi terkait masalah hukum, mereka banyak membawa masalah ke kami, karena mereka menganggap itu masalah wali kota," ujar gadis berkerudung saat berbicang dengan Tribun, di Kedutaan Besar Palestina, Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Setelah memberikan sejumlah penjelasan dan sosialisasi, akhirnya Bashaer mampu sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan rakyat Palestina.
"Saat diterangkan ini masalah hukum, mereka mengerti. Ini proses pendidikan hukum ke masyarakat," tuturnya.
Bashaer tiba di Jakarta, pada Senin (10/9/2012) malam, atas undangan organisasi World Peace Movement, dan berencana menghabiskan dua malam di Indonesia.
Putri terakhir dari pasangan Torikh Othman dan Salmah Othman, sempat menjadi Wali Kota Allar, Tulkarm, barat laut Tepi Barat selama dua bulan. Ia tercatat sebagai orang termuda di dunia yang menempati posisi sebagai wali kota.
Jabatan itu ia peroleh setelah ia mengikuti program Pemerintah Palestina untuk memberdayakan kaum muda. Bashaer bertanggung jawab atas semua hal yang berkaitan dengan Allar. Termasuk, mengawasi karyawan dan menandatangani semua dokumen resmi, kecuali dokumen keuangan. Othman bekerja di bawah pengawasan wali kota terpilih Sufian Shadid. (*)
BACA JUGA
Baca tanpa iklan