Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Sejumlah sekolah di Suriah masih beroperasi

Pemerintah Suriah mengatakan 10% sekolah di seluruh Suriah ditutup, 2.000 di antaranya rusak atau hancur dan selebihnya digunakan untuk pengungsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Pemerintah Suriah mengatakan 10% sekolah di seluruh Suriah ditutup, 2.000 di antaranya rusak atau hancur dan selebihnya digunakan untuk para pengungsi.

Sejumlah sekolah di Suriah yang masih beroperasi adalah di Damaskus namun tidak jelas berapa yang masih dibuka, kata wartawan BBC Lyce Duocet yang berada di ibukota Suriah itu.

Untuk menyebutkan bahwa sekolah-sekolah ditutup seperti halnya mengakui bahwa pemerintah kehilangan kendali di sejumlah kawasan Suriah, kata Doucet.

Doucet berkunjung ke salah satu sekolah, Nahla Zaidan dan sebelum pelajaran dimulai, para siswa menyanyikan lagu kebangsaan Suriah.

Siswa yang termuda sekalipun hafal lagu kebangsaan yang antara lain berisi pujian kepada tentara yang memastikan keselamatan mereka.

Badan dana anak-anak PBB, UNICEF -yang menggunakan data pemerintah- memperkirakan lebih 2.600 sekolah di Suriah ditutup, 2.000 di antaranya rusak dan selebihnya untuk tempat tinggal sementara para pengungsi.

Tidak dengar suara bom

Sekolah Nahla Zaidan yang terletak di kawasan Mezzeh yang dijaga ketat menerima 100 siswa baru dari kawasan yang sekolahnya ditutup atau dianggap tidak aman oleh para orang tua.

Rekomendasi Untuk Anda

"Apakah semua senang kembali ke sekolah?" tanya Kozeh, guru salah satu kelas pada tahun pelajaran baru pertengahan September ini.

Para siswa menjawab serentak "Ya", di dalam kelas yang didekorasi dengan foto karakter kartun Winnie the Pooh dan Presiden Bashar al-Assad.

"Apakah anak-anak takut sesuatu?" tanya Kozeh lagi.

"Tidak!" jawab anak-anak itu serentak.

Sebagian besar guru di sekolah ini mendukung kuat pemerintah dan berupaya agar para siswa merasa aman.

Toko-toko buka

Pengungsi Suriah

Para pengungsi ditampung di berbagai fasilitas umum termasuk sekolah.

"Saya tidak dengar itu (bom)," kata kepala sekolah Sawsan Farah saat terdengar bunyi ledakan dari kejauhan.

"Yang saya dengar selalu adalah suara anak-anak," tambahnya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas