Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Presiden Kolombia mengidap kanker

Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos mengatakan dia tengah mengidap kanker prostat dan akan segera melakukan operasi penyembuhan pada hari Rabu (03/10).

Tribun X Baca tanpa iklan
juan_manuel_santos

Presiden Juan Manuel Santos mengatakan akan tetap menjalankan tugasnya meski harus menjalani perawatan.

Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos mengatakan dia saat ini tengah mengidap kanker prostat dan akan segera melakukan operasi penyembuhan pada hari Rabu (03/10).

Santos yang saat ini berusia enam puluh satu tahun itu mengatakan kanker di dalam tubuhnya berada pada stadium awal sehingga perkiraan kesembuhannya bisa mencapai 97%.

Pengumuman tentang kondisi kesehatan Santos ini terjadi hanya sepekan sebelum pemerintah Kolombia mulai memasuki proses pembicaraan damai dengan pemberontak FARC untuk mengakhiri pertempuran di negara itu yang berlangsung selama lima puluh tahun terakhir.

Santos yang terpilih sebagai Presiden Kolombia pada tahun 2010 lalu bukanlah satu-satunya pemimpin negara di kawasan Amerika Latin yang mengalami kanker.

Sejumlah nama pemimpin negara di kawasan itu seperti mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva serta penggantinya Dilma Rousseff kemudian Presiden Venezuela Hugo Chavez, Presiden Paraguay Fernando Lugo dan Pemimpin Cuba Fidel Castro juga harus menjalani perawatan untuk menyembuhkan kanker.

Jalankan tugas

Santos dalam penjelasan yang disampaikan pada hari Senin (01/10) kemarin mengatakan kanker yang dialaminya terdeteksi saat dokter tengah melakukan pemeriksaan rutin.

"Saya menjalani pemeriksaan rutin yang dianjurkan oleh dokter dan saat itu terlihat adanya pertumbuhan antigen yang tidak normal pada bagian prostat."

Rekomendasi Untuk Anda

Santos memastikan dia tidak akan meninggalkan tugasnya meski harus menjalani perawatan penyembuhan kanker.

Dalam penjelasannya dia menyatakan akan tetap mengikuti pertemuan tingkat tingkat tinggi yang melibatkan sejumlah pemimpin Amerika Latin dan negara-negara Arab pada hari Senin pekan depan di Peru.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas