Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Indahnya Indonesia Jika Punya Sistem Peradilan Seperti di Jepang

Pengadilan (saiban) Jepang khususnya pengadilan perdata sangat cepat. Hanya dua menit selesai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Widiyabuana Slay

Kalangan hakim pun tampaknya dijauhkan dari kontaminasi. Orang biasa apalagi yang terkait tersangka atau terdakwa kasus yang ditangani, biasanya tak bisa menjumpainya. Pengacaranya saja dengan susah payah, barulah kalau memang sangat penting sekali,  bisa menemui hakim. Semua ini membuat steril pihak pengambil keputusan sehingga bisa adil, jujur dan menguntungkan bagi masyarakat bagi banyak orang.

Korupsi? Terima uang dari penggugat? Rasanya mustahil, kecuali kalau dia memang mau masuk penjara, nekad melakukan demikian, sudah sakit jiwa, ya mungkin saja.

Kebalikannya, koran Evening Post, Volume LXXXV, Issue 92, 19 April 1913, halaman  13 menuliskan berita hakim Jepang, M. Nakamura, Hakim Pengadilan Tinggi Taiku (Korea, saat itu masih dijajah Jepang), bunuh diri tanggal 28 Desember 1912 karena merasa malu anak buahnya korupsi. Dia bunuh diri, harakiri, di muka foto Kaisar (Tenno) Meiji.

Lalu Mei 2008, hakim perfektur (provinsi) Yoshiharu Shimoyama, ditangkap polisi karena menguntit dan melecehkan karyawan wanita yang kerja di pengadilan.

Jadi memang pengadilan Jepang benar-benar sih dari tangan korupsi. Mengapa? Hukumnya sangat ketat sekali. Penerima dan pemberi uang korupsi sudah pasti masuk penjara. Hukumannya berat bukan main. Hal lain, nama baik teramat tinggi dijunjung di Jepang. Gara-gara nama baik hilang atau hanya digunjingkan, dipertanyakan banyak orang, seseorang bisa bunuh diri. Itulah kebiasaan di Jepang. Rasa malu sangat tinggi dibayar nyawa.

Alasan lain, gaji hakim atau penegak hukum sudah sangat tinggi. Mau nyogok berapa tergugat kepada hakim? Apakah berarti, apakah ada untungnya, belum lagi resikonya yang berat. Sama sekali tak akan berfungsi di Jepang soal menyogok hakim, walaupun mungkin ada kasus demikian di masa lalu. Atau ada keterlibatan Yakuza? Tak ada yang tahu.

Dengan proses yang sangat profesional pengadilan di Jepang, mungkin kita semua juga memimpikan hal serupa di Indonesia. Waktu sangat berharga sekali di Jepang. Proses yang cepat dan bersih memang kita impikan di tanah air tercinta. Pastilah kita capai hal itu di masa depan, asalkan ada kemauan atau niat kuat kita semua orang untuk bersatu menciptakan hal tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Info lengkap yakuza baca di www.yakuza.in

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas