Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Pencabutan bendera Taliban belum cukup

Seorang pejabat Afghanistan menegaskan bahwa pencabutan bendera dan papan nama Taliban dari kantor mereka di Qatar belum cukup.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Seorang pejabat Afghanistan menegaskan bahwa pencabutan bendera dan papan nama Taliban dari kantor mereka di Qatar belum cukup.

Muhammad Ismael Qasemyar mengatakan kantor perwakilan Taliban di Qatar hanya untuk perundingan damai dan mereka tidak bia menerima pernyataan Taliban.

"Itu semacam kelembagaan Taliban yang tidak kami ingingan," tuturnya anggota Dewan Tinggi Perdamaiaan Afghanistan itu kepada BBC.

Dalam pernyataan saat pembukaan kantornya di Qatar, Selasa (18/06), Taliban menyatakan tujuan pembukaan kantor itu antara lain untuk menjalin hubungan dengan negara-negara lain, termasuk PBB, badan-badan internasional dan kawasan serta lembaga nonpemerintah.

Namun Afghanistan memprotes pernyataan tersebut karena melihatnya sebagai indikasi bahwa Taliban akan menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga di luar Afghanistan seperti PBB.

Qasemyar menegaskan agar kantor itu seharusnya hanya untuk kepentingan perundingan damai dan Dewan Tinggi Perdamaian tidak akan berpartisipasi dalam perundingan di Qatar jika protes mereka tidak ditanggapi.

Meredakan ketegangan

Pencabutan bendera dan papan nama dari kantor Taliban di Doha- ibukota Qatar- itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, dalam percakapan telepon dengan Presiden Hamid Karzai.

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya melakukan pembicaraan untuk meredakan ketegangan sehubungan dengan rencana Amerika Serikat untuk memulai perundingan damai secara langsung dengan Taliban.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa papan nama Emirat Islam Afghanistan di kantor itu akan diganti dengan Biro Perundingan Damai, namun tampaknya Afghanistan menginginkan sebuah kepastian agar fungsinya hanya untuk perundingan damai.

Para wartawan melaporkan bahwa perdebatan tentang keberadaan kantor Taliban di Qatar itu memperlihatkan betapa sulitnya untuk mencapai perdamaian di Afghanistan.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas