Balas Serangan AS di Selat Hormuz, Araghchi: Segera Pergi jika Ingin Selamat!
Iran melakukan aksi balasan secara masif setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara di wilayah Selat Hormuz.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi memberikan ancaman kepada Amerika Serikat (AS) setelah aksi saling balas serangan yang terjadi di kawasan Teluk.
- Araghchi mengimbau kepada tentara AS untuk segera menarik mundur pasukan militer mereka dari kawasan demi keselamatan mereka sendiri.
- Militer Iran, tegas Araghchi, tidak akan tinggal diam dan siap merespons secara instan serta mematikan terhadap setiap bentuk provokasi maupun ancaman eksternal.
TRIBUNNEWS.COM - Iran secara masif meluncurkan serangan rudal dan drone yang membidik berbagai pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania dan kawasan Teluk pada Rabu (10/6/2026).
Langkah Teheran ini diambil hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan udara agresif di sekitar Selat Hormuz.
Dalam serangan balas dendam ini, Iran melepaskan gelombang rudal balistik ke arah pangkalan-pangkalan yang menampung tentara AS di negara tetangga.
Salah satu target utamanya adalah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, yang dikenal sebagai rumah bagi armada jet tempur siluman F-35 milik AS.
Militer Yordania melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menembak jatuh sedikitnya lima rudal yang datang dari arah Iran.
Kantor Berita Negara Yordania, Petra, menyatakan bahwa tim ahli bahan peledak telah mengamankan serpihan rudal dan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melayangkan peringatan keras kepada AS.
Araghchi mengimbau kepada tentara AS untuk segera menarik mundur pasukan militer mereka dari kawasan tersebut demi keselamatan mereka sendiri.
Militer Iran, tegas Araghchi, tidak akan tinggal diam dan siap merespons secara instan serta mematikan terhadap setiap bentuk provokasi maupun ancaman eksternal.
"Angkatan Bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa jawaban," tulis Araghchi melalui akun media sosial X, seperti dikutip dari WANA News Agency.
"Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman," lanjutnya.
Baca juga: Iran Dijegal Lagi, setelah Masalah Visa Kini Tiket Piala Dunia 2026 untuk Suporter Ditarik
Dalam unggahan tersebut, Araghchi juga menyertakan sebuah grafis bertuliskan "Forever Persian Gulf" (Teluk Persia Selamanya).
Langkah ini dinilai sebagai sindiran sekaligus kritik tajam terhadap manuver kebijakan luar negeri dan operasional militer Washington di perairan strategis tersebut baru-baru ini.
Menurut Araghchi, AS terus mencoba menguji kesabaran dan keteguhan tekad Iran, meskipun Washington diklaim telah berulang kali mengalami "kekalahan di medan perang".
Ia mengingatkan bahwa Iran saat ini berada dalam kondisi siap tempur penuh untuk menghadapi segala bentuk agresi.