Balas Serangan AS di Selat Hormuz, Araghchi: Segera Pergi jika Ingin Selamat!
Iran melakukan aksi balasan secara masif setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara di wilayah Selat Hormuz.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ketegangan tersebut bermula dari insiden jatuhnya helikopter serang Apache AH-64 milik Angkatan Darat AS di lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz.
Pihak Washington menuding helikopter tersebut jatuh setelah bertabrakan dengan sebuah drone pengintai milik Iran.
Merespons kejadian itu, Trump langsung mengeluarkan pernyataan keras bahwa AS "wajib membalas".
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa jet-jet tempur yang lepas landas dari pangkalan Angkatan Udara serta kapal induk Angkatan Laut AS telah mengeksekusi serangan fajar yang diklaim sebagai tindakan "membela diri".
Target serangan AS difokuskan pada infrastruktur militer vital Iran yang berada di sekitar Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.
Wilayah-wilayah tersebut selama ini menjadi titik strategis pemantauan arus logistik minyak mentah dunia.
Baca juga: CENTCOM Sebut Serangan terhadap Iran Sudah Selesai, Araghchi: Tidak Ada Serangan yang Tidak Dibalas
"Operasi ini merupakan respons proporsional terhadap serangan terbaru yang menyasar pasukan AS dan kapal-kapal komersial internasional yang transit di perairan regional," tulis pernyataan resmi CENTCOM, mengutip Reuters.
Fasilitas yang dihancurkan mencakup sistem pertahanan udara, stasiun kendali darat, serta situs radar pengawas milik militer Iran.
(Tribunnews.com/Whiesa)