Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Fidel Castro 'terkejut karena bertahan hidup'

Fidel Castro mengatakan bahwa ketika ia mengalihkan kekuasaan kepada adiknya, Raul, karena masalah kesehatan ia tidak pernah menduga akan bertahan hidup hingga tujuh tahun berikutnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Mantan pemimpin Kuba Fidel Castro mengatakan ia memutuskan untuk mundur dan mengalihkan kekuasaan kepada adiknya, Raul, karena ia didiagnosa dengan penyakit mematikan pada 2006.

Dalam artikel yang diterbitkan untuk memperingati ulang tahun ke-87, Fidel Castro mengatakan ia tidak menduga akan bertahan dari penyakit yang menyerang perutnya dan hidup untuk waktu lama.

"Saya tidak pernah membayangkan hidup saya akan masih akan berlanjut selama tujuh tahun."

Castro berkuasa sejak Revolusi Kuba pada 1959.

Artikel panjang itu diterbitkan oleh surat kabar resmi Granma pada hari Rabu, satu hari setelah ulang tahunnya.

Castro menanggalkan kekuasaan untuk menjalani perawatan pada 2006 tetapi baru resmi mengundurkan diri sebagai panglima tertinggi dan presiden Kuba pada Februari 2008.

"Begitu saya memahami bahwa penyakit itu fatal, saya tidak ragu melepas tugas saya sebagai presiden," katanya dalam artikel itu.

'Senapan AK gratis'

Rekomendasi Untuk Anda

Castro juga mengungkapkan bahwa Kuba menerima senjata dari Korea Utara di awal 1980an.

Pengiriman senjata dari Korea Utara itu datang setelah pemimpin Soviet Yuri Andropov memperingatkan bahwa negaranya tidak lagi siap untuk membela pulau komunis tersebut.

"Ia mengatakan bahwa jika kami diserang oleh Amerika Serikat maka kami harus bertempur sendiri," tulis Castro.

Namun, Uni Soviet kemudian memperbarui komitmen mereka untuk memasok senjata ke Kuba.

Kuba memutuskan mengumpulkan senjata dari "teman-teman lain" untuk mempersenjatai "satu juta pejuang Kuba."

"Kamerad Kim Il Sung, seorang tentara veteran teladan, mengirim 100.000 senapan AK dan amunisi tanpa meminta bayaran satu sen pun," kata Castro.

Pemimpin Korea Utara itu meninggal pada 1994 dan kekuasaannya dilanjutkan oleh anaknya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas