Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sydney Dilanda Perkelahian Massal Dua Malam Berturut-turut

Kepolisian Australia terpaksa menerjunkan pasukan anti huru hara untuk menangani perkelahian massal yang melanda kawasan pusat bisnis…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Perkelahian massal ini terjadi setelah sebelumnya survey menunjukan kalau warga New South Wales memiliki tingkat ketakutan yang tinggi terhadap kejahatan yang dipicu oleh pengaruh minum-minuman keras.

Kepala Yayasan Riset dan Pendidikan Alkohol, Michael Thorn, mengatakan sebuah survey terhadap lebih dari 300 orang dewasa yang dipilih berdasarkan perwakilan demografi di negara bagian tersebut menunjukan 67% dari responden mengaku khawatir menjadi korban kekerasan karena pengaruh alkohol.

"Warga merasa tidak aman untuk bepergian ke Sydney di malam hari dan 94% mengkaitkan kondisi tersebut dengan penyalahgunaan alkohol di masyarakat oleh para peminum,” katanya.

Sebagian responden (57%) juga menilai pemerintah negara bagian kurang melakukan tindakan untuk menangani masalah ini.

Survey ini juga mengindikasikan menguatnya dukungan warga NSW atas rencana pemberlakuan aturan penutupan lebih cepat tempat-tempat yang  berijin menjual minum-minuman beralkohol.

Thorn mengatakan lebih dari 70% responden mendukung ijin transaksi penjualan minum-minuman alkohol ditutup lebih cepat, atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘solusi Newcastle’.

"Menurut saya usulan kebijakan itu harus diujicobakan, pemeritah harusnya menyusun struktur peninjauan dan melihat apa yang  terjadi selama 12 bulan ke depan, Cuma itu cara yang bisa dilakukan” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tidak ada ruginya mencoba langkah pencegahan seperti ini yang sudah dikampanyekan kepolisian dan otoritas kesehatan selama ini?” katanya.

Survey ini juga menemukan lebih dari 80 persen responden mendukung hukuman yang lebih berat dan meminta polisi memasang lebih banyak kamera keamanan CCTV di sejumlah kawasan yang bermasalah.

Sementara itu pihak oposisi juga menuding pemerintah NSW lamban mereformasi perijinan penjualan minum-minuman keras. Tudingan ini muncul setelah terungkap kalau Menteri Utama NSW dari Partai Liberal, Barry O’Farrel telah menerima draft reformasi perijinan itu sejak 16 bulan lalu.

Perubahan itu akan  membawa NSW sejejar dengan negara bagian lain di Australia yang telah lebih dahulu memperketat ijin bagi toko dan perusahaan retail minum-minuman keras dengan kewajiban  membayar bea tahunan yang meliputi insentif untuk menangani kejahatan terkait minum-minuman keras.

O'Farrell sendiri berjanji akan mengumumkan kebijakan untuk menangani kejahatan terkait alkohol ini pekan depan.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas