Obama: AS Tuntut Keadilan atas Eksekusi James Foley
Presiden Obama juga menegaskan tidak akan mundur menghadapi tekanan ISIS.
Editor:
Budi Prasetyo
“Ada tiga warga Amerika dan sedikitnya dua warga Inggris yang masih ditahan ISIS. Jadi jelas mereka menahan sejumlah warga Barat, tetapi juga beberapa orang lain dari negara-negara Eropa lain. Yang ditahan bukan hanya wartawan, tetapi juga petugas kemanusiaan. Jadi, ISIS mungkin akan menggunakan sejumlah orang ini pada masa depan," menurut Maher.
Pemerintah Inggris kini berupaya mengidentifikasi laki-laki yang memenggal kepala James Foley. Menurut Shiraz Maher, insiden itu menimbulkan kekhawatiran besar di Inggris.
“Ada seorang lelaki, yang mungkin adalah warga negara Inggris, yang memenggal kepala seorang warga Amerika dalam konflik Suriah. Jika disatukan, maka jelas ada tekanan kuat di Inggris, juga di seluruh negara Eropa, untuk menghentikan orang yang ingin ke luar negeri dan ikut serta dalam konflik ini," ujar Maher.
Menteri Luar Negeri Inggris Phillip Hammond mengingatkan bahaya yang dilakukan anggota kelompok jihad ini pada negara-negara Barat.
“Jumlah warga Inggris dalam kelompok organisasi jihad ini signifikan, mereka mempelajari keahlian dan mengalami kekejaman, dari pengalaman mereka di Irak dan Suriah," kata Hammond. "Banyak yang akan kembali ke Inggris dan jika mereka mampu, pada suatu saat, menimbulkan ancaman bagi kita”.
Menurut Shiraz Maher, warga asing, khususnya warga Inggris, yang berjihad dan berperang demi ISIS bertanggungjawab atas terjadinya sejumlah kejahatan yang paling keji.
“Awal tahun ini para pejuang Inggris terlibat dalam eksekusi tawanan perang, eksekusi tentara Suriah yang mereka tangkap. Akhir tahun lalu ada seorang pembom bunuh diri asal Inggris di Aleppo," Maher mengingatkan.
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengatakan pembunuhan tersebut merupakan pembalasan atas serangan udara Amerika, yang membantu pasukan Kurdi dan Irak merebut kembali bendungan strategis Mosul pekan ini. Beberapa analis mengatakan tanggapan mengerikan kelompok itu membuktikan intervensi Amerika telah menggangu operasi ISIS.
Hingga laporan ini diturunkan nasib wartawan Amerika lainnya Steven Sotloff masih belum jelas.(VOA)
Baca tanpa iklan