Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Skema Penempatan Petugas Saat Puncak Ibadah Haji

Jamaah haji Indonesia mulai bergerak ke Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) pada 8 Zulhijjah 1435 atau 2 Oktober 2014 dalam tiga gelombang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Skema Penempatan Petugas Saat Puncak Ibadah Haji
Tribun Kaltim/Kholish Chered
Regu Jamaah Haji Kloter Padang saat berkoordinasi menjelang thawwaf di Masjidil Haram. (Kholish Chered) 

"Kita juga tempatkan pos di sekitar jamarat. Ada tiga pos, masing-masing pos tugasnya mengendalikan dan mengarahkan jemaah agar menempuh rute yang sesuai, agar jemaah tidak sampai tersesat ke perkemahan lain selain perkemahan Indonesia," ujarnya.

Disamping itu petugas di tiga pos ini juga bertugas memantau kondisi jamarat pada tanggal 11-13 Zulhijjah, terutama di saat penumpukan jemaah ba'da dzuhur. Saat itu petugas di tiga pos ini akan menginformasikan melalui alat komunikasi bravo ke Mina.

Dari Mina nanti akan diatur pergerakan jemaah dan imbauan menundanya untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. "Itu yang jadi titik poin penempatan petugas di jamarat 1, 2 dan 3," kata dia.

Pos lainnya adalah Pos Aziziyah yang bertugas mengarahkan jemaah yang akan melaksanakan thawaf Ifadah atau yang telah melaksanakan thawaf dan akan kembali ke perkemahan.

Petugas Daker Jeddah yang bertanggungjawab di Arafah, kata dia, akan bergerak setelah subuh, kemudian dilanjutkan petugas Madinah yang bertanggung jawab di Mina. Terakhir petugas dari Mekah, karena mereka harus memastikan tidak ada satu pun jemaah yang tertinggal. "Sampai jemaah betul-betul dinyatakan bersih, baru mereka ke Arafah," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas