Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Rafli, Anak Yatim dan rintihan Aceh di masa konflik

Mewarisi musik tradisional secara turun-temurun, Rafli menggali musik tradisional Aceh dan memadukannya dengan musik modern. Sebagian karyanya mewakili kegetiran Aceh di masa konflik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Karena itulah, saat ini, Rafli mengaku sangat bersyukur setelah ada kesepakatan perdamaian Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Indonesia.

"Sepuluh tahun setelah perdamaian, banyak hal yang dicapai oleh Aceh, yaitu pertama adalah rasa aman yang luar biasa. Ini yang menjadi muara kerinduan karya-karya saya," kata pemimpin grup musik Kande.

Dunia politik dan seni

Dan ditanya apakah pilihannya menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Aceh tidak akan menggangu "proses kreasi" dalam dunia seni, Rafli menjawab secara diplomatis: "Saya punya jadwal konser seperti dulu."

"Kalau saya kunjungan kerja (sebagai anggota DPD), saya suruh menyiapkan panggung satu malam," ungkapnya.

Mengapa Anda tidak mendalami saja dunia musik saja? Tanya saya.

"Selama saya berkarya (dalam dunia musik), tidak mungkin (saya) tidak berpolitik. Semua karya saya bermuatan politik," tegasnya, masih dengan nada diplomatis.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas